Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kasus Perubuhan Menara
Operator Jangan 'Main Kayu'
Kasus Perubuhan Menara

Operator Jangan 'Main Kayu'


- detikInet

Jakarta - Meski Depkominfo tak bisa melarang ancaman boikot layanan untuk menghentikan aksi perubuhan menara BTS di kabupaten Badung, Bali, namun operator telekomunikasi diminta jangan 'main kayu'.

"Jangan main kayu, kita hadapi secara gentle saja. Kasihan pelanggan yang dirugikan," kata Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto, usai jumpa pers Menkominfo, di gedung Depkominfo, Jakarta, Senin (16/2/2009).

Aksi boikot layanan telekomunikasi di Badung, Bali, baru sekadar ancaman untuk melampiaskan kekecewaan atas insiden perubuhan menara BTS di Bali. Sejauh ini sudah lima menara dirubuhkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah mendengar adanya ancaman boikot. Namun, kami juga tak bisa melarang," kata Gatot.

Meski demikian, lanjutnya, Depkominfo terus berusaha agar aksi perubuhan menara ini segera berhenti. Rabu lalu, Depkominfo dan ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia) sudah mengirimkan surat ke Depdagri untuk ikut terlibat dalam insiden menara Badung. Takutnya, insiden ini akan memicu insiden serupa di daerah lain."

Disebutkan Gatot, upaya lainnya ialah dengan merampungkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menara Bersama yang sudah setahun molor. SKB ini melibatkan empat instansi, selain Depkominfo dan Depdagri, ada juga Departemen Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Terkait SKB, sudah hampir final. Tapi ada beberapa item yang harus dibahas. Sayangnya, waktunya belum ada," keluhnya. (rou/faw)





Hide Ads