Di tahun pertamanya saja, akses layanan internet pita lebar dengan teknologi Wimax sudah berpotensi mengeruk pendapatan besar. Nilai bisnisnya diproyeksi mencapai triliunan rupiah.
Chairperson Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Dimitri Mahayana, mengisarkan nilai bisnis layanan Worldwide interoperability for Microwave Access (Wimax) di Indonesia bisa mencapai Rp 2 triliun sampai 3,6 triliun.
"Nilai tersebut bisa diraih dengan asumsi satu juta pelanggan menggunakan Wimax dalam tahun pertama di Indonesia," ujarnya saat dihubungi lewat telepon, Senin (2/2/2009).
Dimitri optimistis jumlah pelanggan sebesar itu dapat diraih karena frekuensi Wimax dibagi berdasarkan 15 zona di seluruh Indonesia .Β
"Seandainya di setiap zona dapat diraih sekitar enam puluh ribu pelanggan, maka target yang dicanangkan tentu menjadi realistis," lanjutnya.
Wimax merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar dengan kecepatan akses hingga 70 Mbps yang ditunjang jangkauan luas. Pada pertengahan Januari lalu, pemerintah telah menerbitkan empat Peraturan Menkominfo terkait penataan teknologi pita lebar Broadband Wireless Access (BWA).
Keluarnya empat peraturan tersebut membuat peluang dibukanya tender wimax terbuka lebar pada April nanti. Telkom dan Indosat sudah menyatakan diri berminat untuk mengikuti tender tersebut.