"Kita tidak tertarik ke FWA. Karena sekarang tarif GSM dan CDMA sama murahnya. Jadi buat apa kita mengakusisi atau ekspansi ke FWA. Lebih baik kita kembangkan infrastruktur ke pedesaan," ujar President Director XL Hasnul Suhaimi dalam jumpa pers usai peresmian Bandung Network Building (BNB) di Jalan Soekarno Hatta No 779, Selasa (16/12/2008).
Untuk pengembangan infrastruktur, tambah Hasnul, nilai investasi tahun 2009 dianggarkan sebesar $ 750 juta atau setara dengan Rp 8,25 trilyun. "Di awal kita anggarkan $ 750 juta. Namun seperti tahun ni (2008 - red). Nilai investasi kita fleksibel. Jika perlu ditambah maka akan kita tambah," papar Hasnul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disambut baik oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Menurutnya masih ada 5.823 desa di Jabar yang belum melek telekomunikasi. Dengan pengembangan infrastruktur yang dilakukan oleh XL, diharapkan dapat mempercepat pembangunan di Jabar. Apalagi program pemerintah untuk menginternetkan desa pada tahun 2015.
"Saat ini susah untuk mengembangkan telekomunikasi ke desa-desa. Di Jabar ada 5.813 desa yang belum melek telekomunikasi. Kendala saat ini adalah tidak adanya kemauan dari investor untuk mengembangkan infrastruktur di desa-desa," papar Heryawan. (afz/wsh)