Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ogah Bisnis Telepon Tetap, XL Pilih Desa

Ogah Bisnis Telepon Tetap, XL Pilih Desa


- detikInet

Bandung - Tahun 2009 diperkirakan sebagai tahun yang berat bagi dunia usaha, khususnya dunia telekomunikasi. Karenanya PT Excelcomindo Pratama (XL) tidak berniat untuk ekspansi ke Fixed Wireless Access (telepon tetap nirkabel). XL akan fokus kembangkan infrastruktur untuk menjangkau pedesaan.

"Kita tidak tertarik ke FWA. Karena sekarang tarif GSM dan CDMA sama murahnya. Jadi buat apa kita mengakusisi atau ekspansi ke FWA. Lebih baik kita kembangkan infrastruktur ke pedesaan," ujar President Director XL Hasnul Suhaimi dalam jumpa pers usai peresmian Bandung Network Building (BNB) di Jalan Soekarno Hatta No 779, Selasa (16/12/2008).

Untuk pengembangan infrastruktur, tambah Hasnul, nilai investasi tahun 2009 dianggarkan sebesar $ 750 juta atau setara dengan Rp 8,25 trilyun. "Di awal kita anggarkan $ 750 juta. Namun seperti tahun ni (2008 - red). Nilai investasi kita fleksibel. Jika perlu ditambah maka akan kita tambah," papar Hasnul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk tahun 2007, nilai investasi yang dikucurkan mencapai $ 700 juta. Sedangkan tahun 2008, awalnya $ 650 juta, namun meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah pelanggan. "Akhirnya total nilai investasi tahun 2008 mencapai $ 1,25 miliar atau Rp 13,5 triliun. Pada dasarnya kita mengikuti pasar. Kita sederhana dalam melihat pasar. Jika perlu penambahan investasi, ya kita tambah," ujar Hasnul.

Hal tersebut disambut baik oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Menurutnya masih ada 5.823 desa di Jabar yang belum melek telekomunikasi. Dengan pengembangan infrastruktur yang dilakukan oleh XL, diharapkan dapat mempercepat pembangunan di Jabar. Apalagi program pemerintah untuk menginternetkan desa pada tahun 2015.

"Saat ini susah untuk mengembangkan telekomunikasi ke desa-desa. Di Jabar ada 5.813 desa yang belum melek telekomunikasi. Kendala saat ini adalah tidak adanya kemauan dari investor untuk mengembangkan infrastruktur di desa-desa," papar Heryawan. (afz/wsh)







Hide Ads