Direktur Operasi Telkomsel David Ng menyatakan demikian setelah menerapkan teknologi Hydro Fuel Cell pertamanya pada Base Transceiver Station (BTS) mereka di Medan, Sumatera Utara.
"Ini tentunya melengkapi inovasi Telkomsel dalam hal menerapkan berbagai alternatif pembangkit listrik berbasis bioteknologi," tutur David, dalam keterangan yang disampaikan pada detikINET, Senin (15/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keunggulan dari sumber energi alternatif Hydro Fuel Cell, selain tidak bising karena tidak terdapat komponen bergerak, juga diklaim tidak beracun dan tidak berbau karena sekresi (zat buangan) yang ditimbulkan adalah H2O alias unsur air, dan memiliki efisiensi proses yang jauh lebih baik dibanding dengan sistem konvensional.
David menjelaskan, energi ramah lingkungan yang dihasilkan dari sumber daya tersebut sudah lebih dari 0,112 MegaWatt, atau setara dengan 100 genset konvensional kapasitas 20 KVA yang biasa dipakai di industri telekomunikasi seluler.
"Pembangkit listrik Hydro Fuel Cell yang kami gunakan di Medan ini sangat prestisius, milestone dan bersejarah, mengingat penerapannya merupakan yang pertama di Asia untuk industri telekomunikasi," demikian pungkasnya. (rou/ash)