Sebab, krisis keuangan akan memaksa operator telekomunikasi mencari mitra kerja yang bisa lebih dipercaya. Hal ini disampaikan Director Brand Marketing Departement Huawei Terminal Divison, Meddy Lu.
"Operator akan mencari partner yang lebih reliable, partner yang lebih cost effective, bukan hanya produk tetapi juga service. Operator juga akan lebih memperhatikan kualitas," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Huawei yang merupakan perusahaan penyedia solusi jaringan telekomunikasi, selama ini telah menjadi mitra bagi operator di berbagai dunia. Di Indonesia, Huawei sudah bekerja sama antara lain dengan sejumlah operator seluler semisal Indosat, Telkomsel, dan Excelcomindo.
Menurut Meddy, Huawei terkenal dengan biayanya yang lebih murah dibanding penyedia jaringan telekomunikasi lainnya. Hal ini membuat operator kerap memilih Huawei.
"Dengan adanya krisis, justru akan menguntungkan bagi Huawei," lanjut Meddy. Huawei memiliki basis produksi di China sehingga bisa menekan upah buruh.
Sementara, menurut Presiden Direktur PT Huawei Tech Investment, Ma Yue, meski ada situasi krisis, belanja operasional (capex) operator tetap akan mengalami peningkatan.
"Orang masih butuh SMS untuk telekomunikasi. Biaya yang dikeluarkan sebuah keluarga untuk telekomunikasi di Indonesia tidak terlalu banyak," ujarnya.
Meskipun demikian, memang diakuinya ada beberapa operator di Indonesia yang akan mengalami kesulitan karena minimnya pelanggan. "Tapi kebanyakan masih akan terus berinvestasi," pungkasnya.
(rou/rou)