Komisaris Utama Telkom Tanri Abeng mengakui penurunan pendapatan dari sektor telekomunikasi yang satu ini tak bisa dihindari.
"Meski relatif masih diminati, memang telepon kabel ada penurunan tiga persen," katanya di sela acara revitalisasi telepon kabel di Gedung Telkom, Jakarta, Rabu (5/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mesti dipahami, penurunan bukan hanya di Telkom saja, tapi sudah jadi tren global," tambahnya tanpa mau menyebut angka kongkrit soal penurunan pendapatan.
Pada kuartal ketiga tahun ini, laba bersih Telkom sekitar Rp 8,9 triliun atau turun 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 9,8 triliun.
Penurunan juga terjadi pada laba usaha sebesar 13,66% atau meraup Rp 17,179 tiliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 19,897 triliun.
Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G Wiryanata mengakui hanya perkantoran saja yang masih menjadi pelanggan loyal telepon kabel. Namun, demi menggenjot pemakaian telepon kabel di segmen rumahan, pihaknya coba memberi insentif poin yang bisa ditukarkan dengan sejumlah hadiah.
"Ini bagian dari revitalisasi telepon kabel kami, selain juga mulai memasang infrastruktur triple play di kota-kota besar," kata Nyoman.
Namun ia tak berani menjanjikan, upaya revitalisasi yang dilakukan bisa mengembalikan kedigdayaan telepon rumah seutuhnya. "Kami going forward, tapi nggak muluk-muluk," tandasnya. (rou/dwn)