"Kemampuan penyelenggara jaringan lebih dari penyelenggara jasa, misalnya dalam hal infrastruktur danΒ modal. Jadi kita tidak ingin ambil risiko," ujar Kabag Humas Ditjen Postel Gatot S. Dewa Broto kepada detikINET, Selasa (28/10/2008).
Gatot mengatakan pihaknya memahami bahwa ISP sangat ingin ikut serta dalam tender tersebut, namun melihat pengalaman masa lalu, akhirnya diputuskan untuk tidak menyertakan para ISP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan lainnya, kalaupun ISP yang jadi pemenang, mereka akan menggandeng penyelenggara jaringan yang nantinya hanya akan membuat biayanya lebih mahal karena tidak punya infrastuktur.
"Bukan berarti pemerintah bermaksud merampas hak mereka," tandasnya lagi.
ISP yang mau berpartisipasi dalam program USO ini, lanjutnya lagi, mungkin bisa ikut serta dengan bekerja samaΒ dengan penyelenggara jaringan eksisting. (dwn/dwn)