Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Lippo Tahan Duit Pelanggan Astro Miliaran Rupiah

Lippo Tahan Duit Pelanggan Astro Miliaran Rupiah


- detikInet

Jakarta - Seminggu setelah penutupan tayangan Astro, pihak Direct Vision belum juga refund untuk mengembalikan duit pelanggan yang jumlahnya mencapai US$ 1,4 juta, atau lebih dari Rp 14 miliar (kurs Rp 11.000/US$).

"Dana sudah siap US$ 1,4 juta. Dana refund ini akan segera dieksekusi ke pelanggan. Namun eksekusi tersebut masih menungu persetujuan pemegang saham," kata Senior Corporate Affair PT Direct Vision, Halim Mahfudz dalam jumpa pers di gedung Citra Graha, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (28/10/2008).

Saat ini, pemegang saham Direct Vision (DV) adalah Ayunda Prima Mitra -anak usaha PT First Media Tbk-- yang memiliki saham sebesar 49% dan Silver Concorde Holding Limited 51%, keduanya merupakan entitas perusahan milik Lippo group.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

DV akan membayarkan dana refund itu kepada 36 ribu pelanggan dari total jumlah pelanggan terakhir sebanyak 98 ribu. Pelanggan yang mendapat refund adalah pelanggan yang sudah membayar untuk iuran setahun, sedangkan pelanggan Astro lainnya kebanyakan konsumen yang membayar bulanan.

Mahfudz mengatakan manajemen DV sudah menyurati dua pemegang sahamnya sejak 20 Oktober 2008 untuk masalah refund tersebut, namun hingga kini belum mendapat konfirmasi dari pemegang saham.

Dia mengaku tidak tahu sampai kapan dana refund itu akan tertahan karena masih menunggu persetujuan pemegang saham. "Saya tidak bisa memastikan juga," katanya.

Dana untuk refund tersebut diambil dari kas internal DV. Mahfudz mengatakan dana tersebut tinggal disalurkan karena sudah siap dan data pelanggan juga sudah lengkap.

Nasib DV Tak Jelas

Mahfudz juga mengatakan DV sudah tidak mendapat suntikan lagi dari pemegang saham sejak Mei 2008. Sehingga semua biaya operasional ditanggung DV.

Jika melihat kondisi keuangan perusahaan, menurut Mahfudz, usia DV mungkin tinggal sebulan lagi atau hingga akhir November.

"Tak ada suntikan dana, jadi tinggal sebulan lagi setelah itu saya tidak tahu terserah pemegang saham mau diapakan," katanya.

Pemegang saham memang pernah menjanjikan untuk tidak menutup DV meski begitu karyawan tetap gelisah. Meski tetap diminta bekerja seperti biasa, karyawan banyak yang sudah tidak melakukan apa-apa lagi.

DV mempunyai 311 karyawan tetap, 11.300 karyawan outsourcing dan 4.000 karyawaan tidak langsung.

Seorang karyawan yang menolak disebut namanya mengatakan dirinya minta kejelasan tentang nasib perusahaan selanjutnya.

"Kalau akan diakhiri kita minta hak dan kewajiban karyawan segera diberikan. Kalau janji-janji untuk bertahan, tolong jelaskan mau bagaimana rencananya," ujarnya.

Β 

(ir/rou)







Hide Ads