"Upaya ini bisa menghemat 2.5 miliar liter penggunaan solar per tahun dan mengurangi emisi karbon tahunan sampai 6,3 miliar ton," kata CEO GSM Association (GSMA) Rob Conway, seperti dikutip detikINET dari keterangan tertulisnya, Jumat (26/9/2008).
Hingga saat ini, sebagian besar off-grid BTS dijalankan dengan menggunakan generator berbahan bakar solar yang kian mahal harganya dan mengakibatkan emisi karbon dioksida. Selain itu solar juga relatif sulit dibawa ke lokasi-lokasi terpencil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam proyek penggunaan energi terbarukan ini, Indosat dan Natrindo Telepon Seluler (Axis) merupakan dua operator Indonesia yang ikut bergabung dengan 23 operator GSM dari negara lain.
BTS Minyak Goreng
Setelah berhasil dengan proyek percontohannya, operator seluler Idea Celluler dari India kini menggunakan limbah minyak goreng untuk menjalankan lebih dari 350 BTS di Andhra Pradesh, India. BTS ini dijalankan dengan menggunakan 80% tenaga solar dan 20% limbah minyak goreng.
Menurut Chief Technology Officer Idea, Anil K. Tandan, penggunaan energi alternatif minyak goreng tak lain berangkat dari tidak bisa diandalkannya ketersediaan tenaga listrik konvensional.
"Jika kita dapat mengumpulkan minyak sayur dalam jumlah cukup dari sumber-sumber yang dapat diandalkan ketersediaannya, kami akan merubah menjadi 50% solar dan 50% biofuel, yang tentunya akan lebih baik untuk lingkungan dan biaya operasional kami," kata Anil.
"Kami juga mencari alternatif sumber energi lainnya karena kami senantiasa ingin memastikan bahwa jaringan seluler kami selalu dapat diandalkan, berkepanjangan dan efektif dalam biaya," pungkasnya.
Diskusikan masalah seputar layanan telekomunikasi di detikINET Forum! (rou/wsh)