Hal itu dikemukakan Executive General Manager Divre II yang baru, Mas'ud Khamid, dalam perbincangannya dengan detikINET selepas buka puasa bersama, Rabu malam (10/9/2008), di Pulau Dua Senayan, Jakarta.
Untuk memenuhi target pusat, upaya perbaikan kualitas jaringan layanan pun segera dicanangkan Mas'ud yang datang menggantikan Adeng Achmad. Mas'ud ditunjuk untuk mengurusi Divre II berkat prestasinya dalam memasarkan Flexi di Surabaya, ketika masih di Divisi Regional V.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai, problematika yang ada pada layanan Flexi di Jabodetabek seharusnya sudah teratasi ketika berhasil pindah dari frekuensi 1900 MHz ke 800 MHz. "Sekarang Flexi cukup fokus dalam perluasan coverage."
Untuk memperluas coverage atau cakupan layanan di Jabodetabek, Telkom akan menambah 400 unit pemancar base transceiver station (BTS) dari total 695 BTS yang telah ada di wilayah tersebut. "Tiap bulan kami akan bangun 50 BTS, khususnya di area gedung perkantoran yang banyak dikeluhkan sinyalnya."
Pelanggan Flexi di Jabodetabek baru 1,6 juta, masih jauh dari target 3,6 juta pelanggan hingga akhir tahun. Namun Mas'ud yakin target akan tercapai seiring diperkuatnya kualitas jaringan dan program pemasaran yang menarik minat pelanggan. "Kami memang ingin memberikan layanan murah, tapi jangan kebablasan juga. Kalau tidak ada marjin, siapa yang mau merawat?"
Punya keluhan seputar operator telekomunikasi di Indonesia? Sampaikan saja ke detikINET Forum.
(rou/ash)