Seperti dikutip detikINET dari Independent, Selasa (9/9/2008), beberapa ilmuwan bahasa tidak menampik bahwa identitas penulis SMS bisa diidentifikasi melalui ejaan, tata bahasa dan pola sintaksis dari kata-kata yang dipakainya dalam pesan.
Tim Grant, deputi direktur di Centre for Forensic Linguistics, Aston University, memaparkan bahwa tulisan SMS mirip dengan tulisan tangan, di mana orang mempunyai gaya personal dan pilihan tertentu yang berbeda dari orang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pemakaian SMS sebagai bukti kejahatan ini bisa dipakai secara luas.
Misalnya saja, penelisikan via SMS pernah mengungkap kasus pembunuhan tersangka David Hodgson terhadap pacarnya, Jenni Nicholl. Awalnya, keluarga Nicholl kerap menerima SMS dari Nicholl setelah ia menghilang.
Namun polisi mengungkap bahwa pengirim SMS itu bukan Nicholl melainkan David yang kemudian terbukti membunuhnya. Menurut Dr Grant, hal itu terungkap karena perbedaan cara menulis antara David dan Nicholl. Misalnya, Nicholl lebih memilih memakai kata 'I am' sementara David memakai kata 'im'.
Bincang seru seputar layanan komunikasi? Gabung segera di detikINET Forum! (fyk/amz)