Kendal Miliki Open Source Sendiri

Kendal Miliki Open Source Sendiri

- detikInet
Senin, 11 Jan 2010 11:23 WIB
Jakarta - Meski bukan kota besar, Kendal berani untuk mandiri dalam hal penggunaan software komputer. Bahkan kota kecil di Jawa Tengah ini telah meluncurkan sistem operasi Open Source sendiri bernama KGOS versi 100110.

KGOS sendiri berasal dari nama 'Kendal Go Open Source'. OS ini merupakan hasil remastering dari Ubuntu 9.10 dengan penambahan beberapa program-program fungsional dan dibuat oleh Tim Pengembangan Open Source SMA Muhammadiyah 1 Weleri, Kabupaten Kendal. Sistem operasi KGOS v.100110 dipaket dalam satu DVD dengan ukuran file total kurang lebih 1,5 GB.

Dari keterangan tertulis yang diterima detikINET, Senin (11/1/2010), dalam acara peluncuran yang digelar di Pendopo Kabupaten Kendal tersebut dilaksanakan juga seminar nasional dengan sub tema 'Open Source, Pilihan Terbaik Dunia Pendidikan'.

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta, yang sebagian besar terdiri atas guru dan para pengguna teknologi informatika, serta Bupati Kab. Kendal Siti Nurmarkesi. Sementara untuk pembicara diisi oleh Kepala PUSTEKOM Depdiknas Lilik Gani dan 'pendekar TI' Tanah Air Onno W. Purbo.

Dalam sambutannya Bupati Kendal mengungkapkan bahwa nantinya sistem operasi ini akan masuk dalam program kerja prioritas kabupaten. Beliau bahkan mendorong Kepala Dinas Pengolah Data Kab. Kendal untuk melakukan pendekatan secara proaktif kepada Tim Pengembang Open Source SMA Muhammadiyah 1 Weleri.

Menurut Onno Purbo, dengan diluncurkannya sistem operasi KGOS v.100110, Kendal menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang meluncurkan sistem operasi Open Source secara mandiri. Momentum ini semestinya bisa mendorong daerah lain untuk mengikuti jejak kabupaten yang ada di bumi pantura Jawa Tengah.

Onno menambahkan bahwa kunci pengembangan KGOS berada di 'dada kebanggaan' lokal Kendal. Saat KGOS menemukan momentum sebagai yang pertama di Indonesia, semestinya hal ini cukup untuk menyematkan kebanggaan di dada para pemakai KGOS yang kemudian menjadi bahan bakar untuk pengembangan KGOS selanjutnya.

(ash/faw)