Kampanye Ubuntu dan UU no.19 Tahun 2002

Kampanye Ubuntu dan UU no.19 Tahun 2002

- detikInet
Rabu, 13 Mei 2009 17:55 WIB
Jakarta - Kampanye penggunaan Ubuntu di Jogja sebelumnya dilaksanakan ketika pameran komputer National IT eXpo 2009 di Jogja Expo Center.

Sebagai puncak acaranya adalah pada Jaunty Release Party (JRP) di Universitas Sanata Dharma (USD) (09/05). JRP tidak hanya diselenggarakan di Jogja namun di kota-kota lain seperti Solo, Bandung, Jember, Semarang, Bali, dan Makassar.

Acara JRP di USD dihadiri sekitar 200 peserta dengan penutupan pendaftaran h-6. Pelaksana JRP ini gabungan dari Tim Ubuntu Jogja dan SaOS (Sanata Dharma OpenSource). Nara sumber untuk acara JRP cukup beragam dari berbagai multi displin ilmu, di antaranya:
  •     Elya Kusuma Dewi --- Kongres Advokat Indonesia (KAI) wilayah Jogja
  •     Antonius Frans -- Penerbit Easy Media Creative
  •     Eko Priyo T -- Guru TIK SMK 2 Muhammadiyah Yogyakarta
  •     Aji Kisworo M -- PT. Marvel Network System
  •     Iwan Binanto -- Dosen USD
  •     Ranggoaini Jahja -- Combine Resource Institute
  •     Fakhru Rijal -- Ubuntu Jogja
  •     Dony Ignaz -- IndoBlender
JRP ini membuka wawasan kita tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), seperti yang dijelaskan oleh Elya bahwa pengguna software bajakan dapat terjerat hukum sesuai UU no. 19 tahun 2002. Hukuman yang dikenakan adalah kurungan maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp. 500.000.000.

Oleh sebab itu Eko Priyo mengajarkan ke siswa dengan memberikan wacana software legal dan bajakan pada awal masuk SMK. Senada diungkapkan oleh Antonius Frans dalam menghargai HAKI perusahaan yang ditangani saat ini menggunakan OpenSource Software.

Seiring perkembangan jaman Ubuntu Linux semakin mudah digunakan, serta semakin bagus dari sisi tampilan. Oleh sebab itu Ubuntu Linux sukses diimplementasikan. Dosen USD Iwan Binanto menerapkan penggunakan Linux di kampus sebagai bahan mengajar dan di rumah menghindari spayware, malware, trojan dan virus.

Nike Jahja dari Combine Resource Institute mendapat sanjungan ketika mengikuti pertemuan LSM di Afrika Selatan karena telah menggunakan Linux dan OpenSource Software. Developer PT. Marvel Network System, Aji Kisworo M mengungkapkan Ubuntu dikemas ulang kemudian diterapkan dalam sistem Jaringan Pendidikan Nasional (jardiknas). Ubuntu yang dikemas ulang tersebut diberi nama "yUeSBi".

Akhir acara diisi dengan demo installasi Ubuntu Netbook Remix di Netbook Axioo Pico, demo Blender dan konsultasi Ubuntu. Salah satu tradisi Komunitas Ubuntu Indonesia ada Second Party atau Pesta Kedua. Second Party diadakan di bawah jembatan layang Janti. Oleh sebab itu acara tersebut dinamai nJanti Rilis Parti dengan membentang X-Banner Ubuntu di bawah jembatan.

Ternyata saat nJanti Rilis Parti ada yang tertarik dan meminta CD Ubuntu yang akan diinstall di  Laboratorium Stikes di Gombong. Dari bawah jembatan layang Janti berlanjut ke Ambarukmo Plaza untuk membagi stiker Ubuntu kepada pengunjung Ambarukmo Plaza. Lagi-lagi ketika mengakhiri acara ada yang meminta CD Ubuntu.

Jadi selain di kampus-kampus, tidak ada salahnya kampanye Ubuntu dilakukan di tempat-tempat umum seperti  perempatan jalan, mall-mall, tempat makan dan sebagainya. Mari kita kampanyekan dan menggunakan OpenSource Software!

Penulis, Dedi Hariyadi, adalah aktivis Ubuntu Jogja. (faw/faw)