Sabtu, 22 Nov 2008 07:53 WIB

Yenny Wahid Ramaikan Muktamar Blogger

- detikInet
Jakarta - Acara Muktamar Blogger akhirnya dapat berjalan dengan lancar. Langit Jakarta yang cerah malam itu seolah mendukung para blogger ini untuk kopi darat diterangi kelap-kelip lampu ibukota.

Sekitar 100 orang blogger memadati acara yang digelar ngampar di Bundaran Hotel Indonesia itu. Peserta tak hanya berasal dari Jakarta, tapi juga dari kota lain seperti Jogja, Semarang, Ponorogo, Malang hingga Palembang.

Maklum saja, acara ini memang sekaligus dibuat untuk menyambut blogger-blogger yang berasal dari luar kota yang keesokan harinya, Sabtu (22/11/2008) ingin menghadiri ajang Pesta Blogger.

Namun berbeda dengan Pesta Blogger, Muktamar Blogger lebih dirancang seinformal mungkin, tanpa ada sewa gedung, tak ada iuran masuk, dihelat secara sederhana dan tak dibatasi siapapun yang mau datang.

Namun tentunya acara yang dimulai sejak pukul 21.00 WIB ini tak kehilangan kemeriahannya. Ada penyerahan simbolis donasi buku-buku kepada komunitas dan sekolah, sharing antar blogger, pembagian kaos dan buku gratis dari detikcom dan Wahid Institute dan tak lupa pula foto-foto.

Acara yang mempunyai tema 'Blogging untuk Wit-witan' ini juga kedatangan salah satu tokoh nasional. Dia adalah Yenny Wahid, putri dari KH. Abudurrahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur.

Yenny menilai, acara Muktamar Blogger ini merupakan acara yang unik. Sebab, muktamar selalu identik dengan acara keagamaan, namun acara ini justru digunakan oleh para blogger. "Ini menarik buat saya, tapi jangan sampai ada muktamar luar biasa," ujarnya, yang disambut senyum simpul sebagian peserta.

Sayangnya, malam yang kian larut memaksa para blogger ini untuk bersiap pulang. Sebab, sebagian dari mereka juga bakal menghadiri Pesta Blogger esok paginya.

Sekitar pukul 24.00 WIB, para peserta mulai 'berguguran' dan beranjak dari trotoar Bundaran HI, tempat dilangsungkannya muktamar. Tapi tak sedikit pula yang masih asyik bercengkrama atau sekadar bersantai menikmati lengangnya jalan Thamrin-Sudirman yang sehari-harinya padat.



(ash/ash)