Dikutip detikINET dari Eontarionow, Kamis (14/8/2008), Gadi Evron, peneliti dari tim Zero Day Emergency Response tersebut, tidak menampik bahwa memang telah terjadi serangan ke Georgia, tapi serangan ini tidak terorganisir dengan baik, dan serangan ini tidak bernuansa politik. Diduga, serangan tersebut dilancarkan oleh cracker-cracker belia yang ingin memanfaatkan situasi kacau dan perang yang tengah berkecamuk antara dua negara tersebut.
Pada bulan Mei tahun lalu, Estonia, juga mendapat serangan yang menyebabkan infrastrukturnya lumpuh untuk beberapa saat. Diduga pelakunya adalah Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ingin berbagi informasi tentang panasnya perang cyber? Kunjungi detikINET Forum!
(faw/dwn)