Para remaja berusia sekitar 14 tahun dilibatkan oleh Australian Federal Police (AFP) untuk membantu memerangi kejahatan di internet. Sekitar 20 remaja mulai bekerja dengan AFP untuk membangun strategi menangkap penjahat cyber, predator, dan bahkan aksi-aksi terorisme.
Selain remaja Australia, program ini juga melibatkan para remaja di Amerika Serikat, Kanada, Inggris dan 23 negara lainnya. Para remaja dinilai paling tepat untuk mengidentifikasi para penjahat maya, termasuk cyber bullying dan pencurian identitas. Mengingat bahwa mereka adalah sasaran empuk di dunia maya.
"Kami menyadari cara efektif (menangkap penjahat maya-red.) adalah dengan mendengarkan kaum muda yang begitu akrab dengan internet," ujar Kevin Zuccato, high tech crime centre head AFP.
Menurut Zuccato, para remaja begitu akrab dengan internet. Mereka berbagi informasi tentang bahasa-bahasa di chat room, jargon, dan kode yang digunakan dalam sms ponsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tertarik dengan obrolan tentang internet? Gabung yuk di detikINET Forum! (faw/ash)