Para pakar sekuriti internet dan jaringan pun telah menyampaikan sejumlah peringatan. Salah satunya dari perusahaan keamanan BitDefender yang mewanti-wanti makin banyaknya peredaran spam yang berisi link ke situs-situs yang menyimpan program jahat (malware).
Spam ini, menurut analis BitDefender Andra Miloiu, mengincar para pengguna internet yang memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang kondisi teranyar antara Iran dan Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika video tersebut diklik, maka akan muncul pilihan 'save image as' dan akan berlanjut dengan segera terkontaminasi pula komputer pengguna dengan program jahat yang disebut 'iran_occupation.exe'.
Para pengguna internet dari Timur Tengah dan AS dikhawatirkan BitDefender bakal menjadi calon korban terbesar dari para dedemit maya ini. Sebab, selaku rakyat dari kedua negara yang bersitegang, pastinya akan banyak juga pengguna internet di wilayah tersebut yang penasaran terhadap informasi terbaru menyangkut konflik Iran-AS.
Gelombang serangan penjahat cyber yang menunggangi konflik Iran-AS seperti ini sudah untuk kedua kalinya dalam beberapa waktu belakangan. Sebelumnya, para penyebar e-mail sampah alias spammer juga membuat berita tipuan tentang bakal dimulainya perang dunia III akibat konflik yang berkepenjangan antara kedua negara ini.
Mau masuk dunia underground TI? Gabung saja di detikINET Forum.
(ash/fyk)