Demikian yang bisa disimpulkan dari hasil studi yang dilakukan Trustwave, sebuah perusahaan penilai standar keamanan data bagi industri kartu pembayaran. Studi yang dilakukan selama Januari 2006 hingga Desember 2007 di 14 negara itu cukup mengejutkan karena berlawanan dengan anggapan selama ini.
Seperti dikutip detikINET dari SearchSecurity, Jumat (2/5/2008), sebanyak 70 persen dari serangan untuk mencuri kartu kredit terjadi pada toko konvensional dan bukan toko online. Bahkan, 92 persen korban adalah yang hanya menangani di bawah 1 juta transaksi per bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, studi itu juga menyimpulkan, serangan terhadap sistem Point of Sales pada restoran kerap terjadi karena penggunaan kata sandi yang tidak aman. Diperkirakan 64 persen kejadian disebabkan oleh kelalaian dari pihak ketiga, bukan dari restoran itu sendiri.
Meski demikian, temuan Trustwave ini dikritisi oleh Roger Nebel, auditor independen dan Direktur Keamanan di FTI Consulting. Menurut Nebel, Trustwave tidak menyebutkan jumlah kebobolan data yang terjadi pada pedagang dalam studinya. Artinya, ujar Nebel, bisa jadi angka itu sebenarnya tidak signifikan.
Namun Nebel mengakui bahwa dirinya juga kerap menemukan kelemahan pada sistem Point of Sales di toko atau pedagang konvensial. Kerap kali, ujar Nebel, ini terjadi karena kesalahan di sisi pihak ketiga pembuat sistem.
(wsh/wsh)