Keterlibatan 'dedemit maya' bernama Christopher Tarnovsky terungkap dalam kasus tuntutan hukum antara DISH Network Corporation dengan News Corporation. Tarnovsky dalam persidangan mengaku telah disewa oleh anak grup News Corporation, NDS.
DISH menuduh Tarnovsky, yang oleh pengacara DISH disebut sebagai satu dari dua 'hacker' terbaik di dunia, melakukan pembobolan sistem keamanan satelit milik DISH. Tudingan ini ditolak oleh pihak NDS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip detikINET dari News.com, Sabtu (26/4/2008), Tarnovsky telah disewa oleh anak perusahaan News Corporation selama 10 tahun. Ia menerima bayaran pertama sebesar USD 20 ribu atau sekitar Rp 184 juta dalam bentuk uang tunai yang disembunyikan pada perangkat elektronik.
DISH menuding Tarnovsky ditugasi untuk membajak jaringan satelit DISH, mencuri kode keamanan dan membanjiri pasar dengan smart card bajakan sehingga merugikan DISH.
Dalam persidangan Tarnovsky mengakui kalau dia membuat alat yang disebut "the stinger". Alat itu konon dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan smart card tipe apapun yang ada di dunia.
Mungkinkah Indonesia terlibat Perang Cyber? Diskusikan di detikINET Forum
(faw/wsh)