Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Peringatan Keras Apple Tentang Ancaman Agen AI Nakal

Peringatan Keras Apple Tentang Ancaman Agen AI Nakal


Fino Yurio Kristo - detikInet

New Apple CEO John Ternus holds the new foldable iPhone Duo during Apples event at the Steve Jobs Theater in Cupertino, California, U.S. September 9, 2026. REUTERS/Carlos Barria
Foto: REUTERS/Carlos Barria
Jakarta -

Apple menyatakan dalam laporan keuangan tahunannya, bahwa agen AI yang dapat bertindak dengan cara yang tidak disengaja atau tidak dapat diprediksi dapat menghadirkan ancaman bagi bisnisnya, karena berpotensi memicu tuntutan hukum atau merusak reputasi perusahaan.

Faktor risiko baru dalam dokumen Apple tersebut menunjukkan potensi disrupsi agen AI, yang kini menjadi fokus utama perusahaan-perusahaan raksasa di Silicon Valley.

"Secara khusus, agen AI dan teknologi lainnya dapat mengambil tindakan otonom, termasuk berinteraksi dengan sistem internal atau eksternal yang dalam beberapa kasus mungkin tidak diizinkan untuk mereka akses, mengeksekusi atau mengubah kode, mengirim komunikasi, dan menyelesaikan transaksi," tulis Apple.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apple menambahkan agen-agen ini mungkin berperilaku dengan cara yang tidak disengaja atau tidak dapat diprediksi, termasuk dengan mengambil tindakan yang tidak diarahkan, diinstruksikan, atau diizinkan.

Awal tahun ini, OpenAI merilis Dots, dan Meta memperkenalkan Muse. Kedua agen AI ini menggunakan model AI tingkat lanjut untuk bekerja otonom dalam menyelesaikan tugas. Mereka bahkan dapat mengirim email atau mengingatkan pengguna ketika ada pesan baru.

ADVERTISEMENT

Pengungkapan Apple ini muncul setelah beberapa insiden yang melibatkan agen AI nakal yang keluar dari sistem isolasi untuk meretas situs pihak ketiga, seperti insiden Hugging Face.

Secara terpisah, kemampuan agen-agen ini dalam mengoperasikan komputer layaknya manusia memaksa perusahaan besar seperti Amazon dan JPMorgan Chase untuk merumuskan kebijakan seputar akses agen ke berbagai layanan, demi alasan strategis maupun keamanan.

"Kemampuan Perusahaan dalam mengawasi dan mengendalikan agen kecerdasan buatan pihak ketiga serta teknologi lainnya mungkin saja terbatas," sebut Apple dalam dokumennya.

Apple saat ini belum memiliki AI berbasis agen. Namun ketika CEO baru John Ternus ditanya mengenai agen AI, ia mengatakan bahwa perusahaan memiliki ruang yang nyata untuk memperluas kemampuan Siri.

"Mengenai kemampuan berbasis agen, kami rasa ini adalah alat menjanjikan bagi pengguna. Kami hanya ingin memastikan pengguna menyadari apa saja yang mereka beri akses. Kami ingin memastikan hal ini dilakukan dengan cara yang melindungi keamanan dan privasi," katanya.

Apple telah merilis Siri AI, asisten baru yang menggunakan penyimpanan data lokal iPhone untuk mengakses data seperti kalender dan email, tetapi Siri tak dapat bekerja otonom untuk waktu lama seperti Dots atau Muse.

Dikutip detikINET dari CNBC, Rabu (4/11/2026) Ternus mengatakan Apple tidak dapat mengakses data pribadi di perangkatnya, dan menyebutnya pembeda utama.

"Jika Anda pikirkan, ada begitu banyak data pribadi Anda di dalam iPhone Anda, entah itu kontak, komunikasi, data kesehatan, data keuangan, semuanya. Siri dapat memanfaatkan data tersebut dan membantu Anda mengaksesnya dengan cara yang sangat aman dan privat, dan tidak dapat diakses oleh orang lain," tutur Ternus.

Agen AI komersial seperti dari OpenAI dan Meta meminta akses tingkat tinggi ke akun pengguna, seperti email, agar dapat berfungsi lebih maksimal.

Apple mengindikasikan regulasi seputar AI dan kecerdasan super terus berubah, tidak dapat diprediksi, dan berpotensi menelan biaya sangat besar untuk beradaptasi dengan UU baru yang mengatur AI.



(fyk/fay)
TAGS




Hide Ads