Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Setelah 10 Tahun, Logo Apple Menyala Lagi di MacBook Pro Layar Sentuh

Setelah 10 Tahun, Logo Apple Menyala Lagi di MacBook Pro Layar Sentuh


Adi Fida Rahman - detikInet

John Ternus, CEO Apple
Setelah 10 Tahun, Logo Apple Menyala Lagi di MacBook Pro Layar Sentuh Foto: Apple
Daftar Isi
Jakarta -

Apple menghadirkan kejutan nostalgia lewat MacBook Pro layar sentuh yang diluncurkan pada Kamis (29/10/2026) dini hari WIB. Selain membawa layar OLED sentuh, Dynamic Island, serta chip M5 Pro dan M5 Max, laptop ini menghidupkan kembali salah satu fitur ikonik yang telah menghilang selama satu dekade, yakni logo Apple menyala di bagian belakang layar.

Kembalinya logo bercahaya tersebut turut diperlihatkan Tim Cook melalui video di akun X pribadinya, @tim_cook. Video itu menampilkan bagian belakang MacBook Pro terbaru dengan logo Apple yang tampak menyala, mengingatkan pada desain laptop Apple generasi lawas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Sebelum peluncuran, CEO Apple John Ternus juga memberikan petunjuk melalui video teaser yang memperlihatkan sorotan cahaya berbentuk logo Apple.

"Kami sangat antusias dengan MacBook Pro baru ini. Kamu harus menyentuhnya untuk mempercayainya," ujar Ternus melalui X, sebagaimana dikutip dari MacRumors, Kamis (29/10/2026).

Sejarah Logo Apple Menyala

Logo Apple bercahaya pertama kali hadir pada PowerBook G3 generasi ketiga yang dirilis pada 1999, jauh sebelum Apple memperkenalkan keluarga MacBook.

Kala itu, Apple memanfaatkan cahaya dari lampu latar layar LCD untuk menerangi logo transparan di bagian belakang laptop. Dengan mekanisme ini, logo menyala ketika layar aktif tanpa membutuhkan lampu khusus.

Desain tersebut kemudian menjadi identitas laptop Apple selama lebih dari 15 tahun, mulai dari PowerBook, iBook, MacBook hingga MacBook Pro.

Menariknya, pada PowerBook generasi awal, logo Apple justru terlihat terbalik ketika laptop dibuka. Apple kemudian mengubah orientasinya agar terlihat tegak dari arah depan pengguna.

Perubahan mulai terjadi pada 2015 ketika Apple memperkenalkan MacBook Retina 12 inch. Laptop tipis tersebut meninggalkan logo bercahaya dan menggantinya dengan emblem logam mengilap.

Setahun kemudian, langkah serupa diterapkan pada MacBook Pro 2016 yang hadir dengan bodi lebih ramping, port USB-C, dan Touch Bar.

Hilangnya logo menyala kerap dikaitkan dengan upaya Apple membuat konstruksi layar semakin tipis. Namun, perusahaan tidak pernah memastikan hal tersebut sebagai alasan utama penghapusannya.

Teknologi Baru di Balik Logo Bercahaya

Kembalinya logo menyala menarik karena MacBook Pro layar sentuh menggunakan teknologi layar berbeda dibandingkan generasi lawas.

Dulu, logo memanfaatkan cahaya backlight LCD. Sementara itu, layar OLED pada MacBook Pro layar sentuh menghasilkan cahaya dari setiap piksel tanpa membutuhkan lampu latar.

Seperti dijelaskan MacRumors, perubahan tersebut membuat Apple harus menggunakan pendekatan berbeda untuk menghadirkan kembali logo bercahaya.

Menariknya, pada 2022 Apple pernah mengajukan paten mengenai logo dengan struktur cermin parsial dan pencahayaan belakang. Teknologi ini memungkinkan logo terlihat mengilap sekaligus memancarkan cahaya.

Namun, belum diketahui apakah paten tersebut diterapkan pada MacBook Pro terbaru. Apple juga belum mengungkap mekanisme pencahayaan logo yang digunakan.

Meski tidak meningkatkan performa, kembalinya logo menyala memberikan nilai nostalgia sekaligus memperkuat identitas MacBook. Di tengah desain laptop premium yang semakin minimalis, Apple justru menghidupkan kembali salah satu ciri khasnya.

MacBook Pro terbaru dipastikan segera hadir di Indonesia, tetapi harga dan jadwal penjualannya belum diumumkan.



(afr/afr)




Hide Ads