×
Ad

Penipuan AI & Deepfake Makin Marak, Fitur Anti Scam Siber Jadi Penting

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 09 Okt 2026 13:45 WIB
Foto: dok. Shutterstok
Jakarta -

Serangan siber kini tak lagi sebatas virus atau phishing sederhana. Kejahatan digital telah memasuki era baru di mana peretas memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan manipulasi media (deepfake) untuk mengelabui korban dengan tingkat presisi yang sangat meyakinkan.

Merespons ancaman canggih tersebut, Bitdefender meresmikan kemitraan distribusi eksklusif bersama PT Gema Informatika Abadi (PT GIA) di Indonesia untuk memboyong teknologi pemutus scam dan pendeteksi deepfake berbasis AI bagi pengguna awam.

Pemanfaatan AI oleh pelaku kejahatan siber membuat batas antara informasi asli dan palsu makin kabur:

  • Manipulasi Wajah & Suara (Deepfake): Pelaku menggunakan citra atau rekaman suara kerabat/tokoh publik hasil rekayasa AI untuk meminta dana atau memverifikasi transaksi fiktif.
  • Kampanye Scam Berskala Besar: Teknologi AI memungkinkan peretas mengirim pesan penipuan berantai (social engineering) dengan bahasa yang sangat natural dan rapi, membuat korban sulit menyadari bahwa mereka sedang ditipu.

Senior Vice President of Operations Bitdefender Consumer Solutions Group, Ciprian Istrate, menegaskan bahwa pengguna kasual kini berhadapan dengan risiko keamanan yang jauh lebih kompleks.

"Pelaku kejahatan siber menggunakan AI untuk menjalankan kampanye penipuan yang meyakinkan dalam skala besar serta menyebarkan malware. Indonesia memiliki salah satu ekonomi digital terbesar dan tumbuh paling cepat di dunia, sehingga perlindungan berteknologi tinggi sangat mutlak diperlukan," jelas Ciprian.

Sistem Pertahanan Siber Berbasis AI

Melalui jaringan distribusi PT GIA di seluruh Indonesia, konsumen kini dapat mengadopsi jajaran produk Bitdefender yang dibekali fitur keamanan canggih:

  • Pendeteksi Deepfake & Anti-Scam: Fitur pintar yang mampu memindai, mengenali, dan memblokir media atau tautan yang terindikasi rekayasa AI sebelum membahayakan pengguna.
  • Perlindungan Identitas & Privasi: Mencegah pencurian kredensial akun dan data pribadi secara real-time.
  • Rekam Jejak Teruji: Lini keamanan Bitdefender telah diakui sebagai Leader dalam IDC MarketScape 2025 serta mengantongi penghargaan Best Protection dari AV-TEST untuk berbagai sistem operasi.


Simak Video "Video: Teror Deepfake Vulgar di Untan, 9 Orang Jadi Korban"

(asj/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork