Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Microsoft Defender Kumat, Blokir Google Karena Dianggap Malware

Microsoft Defender Kumat, Blokir Google Karena Dianggap Malware


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Microsoft Defender
Foto: Dok. Microsoft
Jakarta -

Sistem keamanan Microsoft Defender kembali meluncurkan peringatan palsu (false positive). Pengguna layanan Office 365 sempat dibuat kebingungan setelah antivirus bawaan raksasa teknologi tersebut secara tidak sengaja mengategorikan dan memblokir tautan hasil pencarian Google (Google Search) sebagai ancaman siber berbahaya.

Insiden yang terjadi pada 2 September 2026 ini tercatat dengan kode pelacakan MO1465962 di dasbor Microsoft 365 Admin dan berlangsung selama kurang lebih tujuh setengah jam sebelum akhirnya berhasil ditangani.

Fitur Safe Links Berulah

Dampak dari gangguan ini cukup mengganggu aktivitas pengguna. Fitur Safe Links pada Microsoft Defender for Office 365--yang seharusnya bertugas melindungi pengguna dari serangan phishing dan malware--malah memblokir tautan pencarian Google yang disematkan dalam email maupun pesan di Microsoft Teams.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Akses menuju URL Google tersebut diblokir secara otomatis, baik di dalam aplikasi ekosistem Microsoft maupun saat dibuka melalui peramban (browser) eksternal.

Dalam laporan pembaruannya, pihak Microsoft menjelaskan bahwa salah deteksi ini dipicu oleh proses pemindaian yang tidak akurat pada sistem klasifikasi reputasi URL milik Defender. Masalah ini resmi dinyatakan rampung pada 2 September 2026 pukul 10:17 UTC, dan pengembang Microsoft kini tengah meninjau ulang algoritma pemindaian URL guna mencegah terulangnya insiden serupa.

Daftar Panjang 'False Positive' Defender

Kejadian ini semakin memperpanjang rekam jejak false positive yang membayangi keandalan Microsoft Defender selama beberapa tahun terakhir.

  • Penurunan Performa: Defender beberapa kali dilaporkan membebani kinerja sistem hingga membuat sejumlah aplikasi berjalan jauh lebih lambat dari seharusnya.
  • Salah Deteksi Driver: Antivirus ini sempat keliru mengidentifikasi penggerak (driver) tingkat kernel yang sah sebagai file berbahaya, yang berdampak pada terganggunya fungsi sejumlah perangkat lunak PC.
  • Kerentanan Zero-Day: Para peneliti keamanan siber juga masih kerap menemukan celah keamanan zero-day di dalam mesin pemindai Defender itu sendiri.

Meskipun Microsoft Defender hadir secara cuma-cuma bagi pengguna sistem operasi Windows, berbagai masalah keandalan dan peringatan palsu ini terus menjadi catatan kritis di kalangan pengguna dan profesional TI, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (4/9/2026).



(asj/asj)




Hide Ads