Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
E-mail Dibajak, Profesor ITB 'Terdampar' di Nigeria

E-mail Dibajak, Profesor ITB 'Terdampar' di Nigeria


- detikInet

Jakarta - Seorang profesor dari Institut Teknologi Bandung (ITB) terjebak aksi pembajakan e-mail di internet. Akibatnya, ia dikabarkan 'terdampar' di Nigeria. Terdamparnya Profesor Bambang Hidayat, ahli astronomi ITB, tidak sungguh-sungguh terjadi. Hal itu merupakan aksi tipu-tipu yang digelar pihak tak bertanggungjawab yang membajak e-mailnya. 'Bambang Hidayat' palsu itu mengaku sedang mengikuti program "Empowering Youth to Fight Racism, HIV/AIDS, Poverty and Lack of Education' di Afrika. Soalnya,.. duit dan dokumen perjalanan yang dibawanya lenyap terbawa dalam taksi. "Saya kehabisan uang dan harus bayar hotel. Kalau tidak, saya akan diusir dan barang-barang saya akan ditahan manajemen hotel," keluhnya.Lucunya, semua cerita dan keluh kesah itu ditulis dalam bahasa Inggris. "Karena manajemen hotel mengawasi semua komunikasi yang saya lakukan," begitu alasan 'Bambang Hidayat'.Singkat cerita, 'Bambang Hidayat' ini meminta rekan-rekannya membantu menalangi keperluan daruratnya itu termasuk untuk ongkos pulang ke Indonesia. Uang sebesar US$ 3.400 pun dimintanya untuk talangan pulang dan dikirimkan melalui Western Union ke alamat sementaranya di Lagos Nigeria.Gara-Gara E-mail PalsuProf Bambang Hidayat asli baru teringat, bahwa beberapa minggu sebelumnya dirinya memang menerima surat yang mengaku dari Administrator Yahoo! Mail. Di situ, dirinya selaku pengguna email Yahoo! diminta untuk melakukan update informasi. "Saya kira itu betul e-mail dari Yahoo! Maka pertanyaan yang diajukan saya isi dan jawab," tutur Bambang kepada detikcom di Bandung, Minggu (28/10/2007) malam.Eh, tak berapa lama account e-mailnya justru tidak bisa dibuka. Bahkan alternatif e-mail yang juga biasa dipergunakannya di Hotmail pun ikut-ikutan ngadat. Namun, Prof Bambang belum menaruh syakwasangka apa pun. Belakangan, setelah mendapatkan bombardir telepon dari rekan dan sejawatnya dari berbagai belahan dunia, dirinya sadar kemungkinan e-mail dirinya telah dibajak dan disalahgunakan. "Di e-mail itu, saya banyak menyimpan alamat kontak email teman, sejawat dan kolega," papar dia lagi.Prof Bambang pun tetap bersyukur bahwa sejauh ini belum ada laporan koleganya ada yang tertipu dan mengirimkan uang ke penipu itu. "Ada kolega saya di Moskow yang menjawab e-mail itu dalam bahasa Indonesia. Eh, dijawab oleh si penipu agar mengirim jawaban dalam bahasa Inggris saja. Syukur, banyak yang curiga," tambahnya.Di sisi lain, Prof Bambang pun bersyukur. "Ternyata banyak teman yang tetap memperhatikan saya. Mereka menanyakan dulu ke sini. Kalau memang betul saya sedang kena musibah itu, banyak yang akan membantu. Di sisi lain, mereka juga kenal betul karakteristik saya, bahwa saya itu tidak punya sifat suka mengemis seperti yang tersirat dari e-mail itu," kata Prof Bambang.TraumaBambang mengaku trauma setelah e-mailnya dibajak pemburu dolar dari Nigeria. Dia kini jadi lebih hati-hati, termasuk menjawab telepon terutama dari orang yang belum dikenalnya."Ya khawatir aja. Kalau saya banyak omong dan jawab pertanyaan, takutnya itu dari orang yang ngambil e-mail saya," cetus Bambang.Kekhawatiran Bambang juga ditujukan kepada detikcom saat menghubunginya Senin (29/10/2007). Dia merasa belum familiar. Bahkan dia sempat menginginkan wawancara tatap muka, bukan via telepon. "Saya masih khawatir," tegasnya lagi.Kendati peristiwa yang menimpanya terjadi di dunia maya, Bambang berharap polisi cepat tanggap. "Mungkin polisi, khususnya Interpol, harus tahu, banyak sekali kejadian seperti ini. Dan kebanyakan dari Nigeria," pungkasnya.Aksi yang menimpa Bambang dikenal di internet sebagai 'Nigerian Scam' atau '419 Scam'. Kode 419 adalah nomor ayat dari bab 38 Kitab Hukum Kriminal yang berlaku Nigeria, bab itu merujuk pada aksi penipuan. (wsh/wsh)





Hide Ads