Departemen Keamanan AS Dikibuli Perusahaan TI?
- detikInet
Jakarta -
Ternyata bukan hanya di Indonesia saja yang menganut prinsip Asal Bapak Senang, di Amerika Serikat pun hal serupa juga terjadi. Akibatnya, pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pun seperti dikibuli karena berpikiran bahwa sistem komputer mereka aman, padahal pembobolan data-data telah terjadi.Pasalnya perusahaan teknologi informasi (TI) yang bertugas menjamin keamanan data-data di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Unisys, selalu melaporkan seolah-olah segala sesuatunya aman terkendali. Seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Selasa (25/9/2007), Unisys telah terikat kontrak senilai $1.7 miliar dengan pihak Departemen Keamanan Negara AS. Meski nilai kontraknya cukup besar, mereka dianggap gagal mendeteksi sebuah kejahatan internet yang berasal situs web berbahasa China. Bukannya mengakui kesalahan, mereka disebut-sebut berusaha menutupi kesalahan, dan bertingkah seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Menurut harian The Washington Post, saat ini pihak penyelidik federal (FBI) sedang menyelidiki Unisys terkait kasus tersebut. Di sisi lain, juru bicara Unisys mengatakan semuanya normal. Unisys bahkan mengatakan tak ada masalah dan tidak ada investigasi yag tengah berlangsung untuk menyelidiki kasus pembobolan data. Sang juru bicara juga mengatakan bahwa Unisys adalah badan yang dipercaya oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. Sistem yang diterapkan di departemen itu, lanjutnya, telah tersertifikasi dan terakreditasi oleh pemerintah.
(wsh/wsh)