Perhatian Gen Z, Ini Cara Ampuh Menghindari Penipuan Saat Transaksi Digital
Hide Ads

Perhatian Gen Z, Ini Cara Ampuh Menghindari Penipuan Saat Transaksi Digital

Diffa Rezy - detikInet
Sabtu, 29 Nov 2025 08:20 WIB
Ilustrasi belanja online
Foto: dok. Freepik
Jakarta -

Belanja online semakin menjadi pilihan utama Gen Z karena dianggap lebih praktis, cepat, serta menyediakan berbagai promo menarik. Dari kebutuhan harian hingga hobi, semuanya kini bisa dibeli hanya melalui smartphone.

Tren ini bertumbuh pesat seiring dengan kemudahan akses marketplace dan layanan pembayaran digital. Namun, di tengah perkembangan tersebut, berbagai kasus penipuan digital juga ikut bermunculan, mulai dari toko fiktif, penjual palsu, hingga social engineering lewat chat atau tautan berbahaya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 56.154 laporan pengaduan penipuan transaksi belanja online dengan total kerugian mencapai Rp 1 triliun. Jumlah ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan konsumen harus semakin diperkuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agar kegiatan belanja online berjalan dengan aman, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Cek Kredibilitas Toko Sebelum Membeli

ADVERTISEMENT

Pastikan toko memiliki rekam jejak jelas, mulai dari rating tinggi sampai ulasan yang konsisten positif. Cek juga foto hasil unggahan pembeli untuk memastikan kesesuaian produk. Semakin transparan informasinya, semakin kecil risiko terkena scam.

2. Hindari Transaksi Melalui Jalur Pribadi di Luar Platform

Transaksi lewat chat atau rekening pribadi di luar marketplace berpotensi menghilangkan perlindungan konsumen. Modus ini kerap digunakan penipu untuk menghindari sistem keamanan platform. Karena itu, penting untuk selalu melakukan transaksi melalui fitur resmi agar lebih aman dan terpercaya.

3. Waspada Terhadap Harga yang Terlalu Murah

Meskipun menggiurkan, harga yang jauh lebih rendah dari pasaran layak dicurigai. Banyak kasus menunjukkan barang tidak dikirim atau kualitasnya jauh dari ekspektasi. Selalu bandingkan dengan toko resmi atau seller terpercaya sebelum melakukan pembayaran.

4. Jangan Klik Tautan Mencurigakan

Link (tautan) dari nomor asing sering mengarah ke situs palsu untuk mencuri data pribadi. Polanya dibungkus dengan alasan promo, hadiah, atau konfirmasi paket. Jika meragukan, sebaiknya abaikan dan hapus pesannya.

5. Selalu Verifikasi Nomor atau Identitas yang Menghubungi

Penipu kerap menyamar sebagai pihak resmi, mulai dari kurir hingga layanan pelanggan. Karena itu, penting untuk mengecek ulang nomor atau akun sebelum memberikan respons. Verifikasi bisa dilakukan melalui platform resmi atau fitur pengaman yang tersedia di aplikasi.

DANA Protection untuk Keamanan Transaksi Digital

Di tengah banyaknya modus penipuan digital, memilih aplikasi transaksi yang aman dengan fitur perlindungan menjadi hal yang penting. Salah satu dompet digital yang menghadirkan proteksi menyeluruh adalah DANA melalui menu DANA Protection.

DANA menghadirkan Jaminan Anti Penipuan yang bertujuan untuk membantu pengguna tetap aman saat bertransaksi. Melalui fitur Scam Checker, pengguna dapat mengecek risiko penipuan hanya dengan memasukkan nomor ponsel, tautan, akun media sosial, atau nomor rekening yang mencurigakan.

Ilustrasi transaksi digitalFoto: dok. DANA

Fitur ini memudahkan pengguna memverifikasi keaslian pihak yang menghubungi mereka dan mengaku menjadi perwakilan DANA. Hanya dengan memasukkan nomor atau tautan, pengguna dapat mengetahui apakah identitas tersebut terindikasi berbahaya.

Dengan fitur Scam Checker di DANA Protection, pengguna bisa bertransaksi dengan DANA secara lebih tenang, terlindungi, dan terhindar dari berbagai jebakan scam yang merugikan. Yuk, bertransaksi dengan aman pakai DANA!




(prf/ega)
Berita Terkait