Gara-gara 'index.dat'
Browser IE Rentan Serangan
- detikInet
Jakarta -
Web browser Internet Explorer (IE) Microsoft disinyalir rentan terhadap serangan via file "index.dat". Hal ini diungkapkan pengembang dan provider solusi keamanan PandaLabs, lewat laporan berkala keamanan hariannya Oxygen3.Menurut PandaLabs, file tersebut telah menuai kontroversi menyusul munculnya beberapa keluhan terkait index.dat. Disebutkan, file index.dat memungkinkan penyerang mengakses konten pribadi pengguna. Lebih lanjut, file index.dat diklaim selalu terbuka ketika Windows dijalankan. Bahkan index.dat disebut-sebut sebagai ancaman privasi karena filenya tidak bisa dihapus.Protes lainnya yang muncul, meski pengguna telah 'membersihkan' internet cache folder, temporary internet files folder dan history folder, file index.dat di Windows masih terus menyimpan semua alamat web yang telah dikunjungi. Begitu juga dengan cookies dan beberapa temporary files lainnya.Terkait hal ini, PandaLabs mencoba menghapus semua data di history browser, temporary file dan cookies. Namun, konten file "index.dat" masih belum berubah, bahkan menyimpan seluruh data yang pernah dikunjungi.Seperti dikutip detikINET dari softpedia, Selasa (08/08/2006), satu-satunya cara untuk menghilangkan file index.dat adalah dengan menjalankan Windows dalam Safe Mode.Di lain sisi, Microsoft mengatakan fitur index.dat telah dibuang dari browser terbarunya Internet Explorer 7. Namun versi IE sebelumnya kemungkinan ringkih terhadap serangan via "index.dat".Tentang Index.datIndex.dat merupakan sebuah file yang digunakan di web browser Internet Explorer. File ini berfungsi sebagai active database, yang akan terus beroperasi selama Windows aktif. File ini juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan redundant informasi seperti web URL, pencarian query dan file-file yang baru dibuka.Perannya mirip seperti file index yang ada di field database. Saat fungsi Autocomplete di IE di-enable, semua alamat web yang dikunjungi pengguna akan disortir di file index.dat. (dwn)
(dewidya/)