Jaringan Komputer Negara Ini Down Sebulan, Kena Ransomware?

Jaringan Komputer Negara Ini Down Sebulan, Kena Ransomware?

ADVERTISEMENT

Jaringan Komputer Negara Ini Down Sebulan, Kena Ransomware?

Anggoro Suryo - detikInet
Senin, 12 Des 2022 14:45 WIB
Buru Hacker DarkSide, AS Tawarkan Hadiah Setara Ratusan Miliar Rupiah Bagi Pemberi Informasi
Foto: DW (SoftNews)
Jakarta -

Jaringan komputer pemerintahan Vanuatu tak bisa dipakai sejak awal November lalu. Warganya tak bisa memperbarui SIM, membayar pajak, dan bahkan informasi kesehatan pun tak bsia diakses.

Penyebabnya adalah serangan siber yang dihadapi oleh negara kepulauan yang lokasinya ada di timur Australia tersebut. Pemerintah Vanuatu tak menyebutkan serangan siber macam apa yang bikin jaringan komputer mereka itu tak bisa diakses, namun yang jelas setelah sebulan terjadi, baru 70% layanan pemerintah yang bisa diperbaiki dan berfungsi kembali.

Insiden ini dimulai pada 6 November, tepat pada hari pertama pemerintahan yang baru dipilih mulai bekerja. Masalah tersebut kemudian menyebar ke semua jaringan komputer pemerintahan.

Para pegawai pemerintahan tak bisa mengakses akun email pemerintahan, dan berbagai layanan publik pun tak bisa beroperasi. Akhirnya pemerintah Vanuatu pun kembali menggunakan kertas dan pulpen untuk mengurus berbagai dokumen pemerintahan.

Serangan siber ini sudah diakui oleh pemerintah Vanuatu, yang menurut mereka terjadi pada sistem jaringan komputer yang terhubung antara satu dan lainnya. Namun mereka tak menjelaskan informasi lebih detil. Menurut seorang sumber yang ikut membantu perbaikan jaringannya, serangan siber tersebut berupa ransomware.

Kejadian yang sangat mirip pernah terjadi di daerah lain, tepatnya sebulan sebelumnya. Yaitu serangan ransomware yang menimpa sistem komputer di Suffolk County, New York, Amerika Serikat.

Pada 8 September, pemerintahan Suffolk County mendeteksi adanya serangan ransomware dan langsung mematikan sistem komputer mereka. Alhasil mereka pun kembali ke teknologi jadul untuk mengurus pemerintahan selama berminggu-minggu.

Kemudian mereka menjelaskan kalo si pelaku serangan siber tersebut mencuri berbagai data pribadi warga, seperti nomor SIM. Mereka juga menuding geng BlackCat ada di balik serangan tersebut, geng penjahat siber yang sebelumnya pernah menyerang Italia dan Florida.

Mereka mengakui kalau sistem komputer di Suffolk County itu tidak menggunakan keamanan berlapis, seperti otentikasi dua tahap dan menggunakan sistem komputer yang jadul.

Daerah dan negara seperti Suffolk County serta Vanuatu ini memang jadi target ideal untuk serangan siber, karena biasanya tak punya sumber daya yang cukup untuk punya sistem komputer yang aman dibanding negara-negara besar, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (12/12/2022).



Simak Video "Ukraina Digempur Serangan Siber"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT