500 Juta Data WhatsApp Diduga Bocor, Ada Dari Indonesia

500 Juta Data WhatsApp Diduga Bocor, Ada Dari Indonesia

ADVERTISEMENT

500 Juta Data WhatsApp Diduga Bocor, Ada Dari Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 27 Nov 2022 17:18 WIB
Ilustrasi WhatsApp
500 juta data pengguna WhatsApp diduga bocor. Foto: Getty Images
Jakarta -

Sebanyak 500 juta akun pengguna WhatsApp diduga bocor dan dijual di forum hacker. Bahkan, nomor pengguna WhatsApp di Indonesia juga turut jadi korbannya.

Pada 16 November lalu, seorang pengguna forum hacker mengklaim kalau dirinya telah membobol basis data WhatsApp pada tahun 2022, di mana sebanyak 487 juta nomor ponsel ia curi.

Data tersebut diduga berisi data pengguna WhatsApp dari 84 negara, termasuk akun pengguna WhatsApp Indonesia, sebagaimana dikutip dari Cybernews, Minggu (27/11/2022).

Negara Mesir jadi yang paling teratas sebanyak 44,8 juta nomor WhatsApp diikuti secara berurutan Italia 35,6 juta nomor, Amerika Serikat 32,3 juta nomor, Arab Saudi 28,8 juta nomor, Prancis 19,8 juta nomor, hingga Turki 19,6 juta nomor. Data akun WhatsApp dari Indonesia juga turut menjadi daftar yang dibobol sebanyak 130.331 nomor.

Namun penjual 500 juta data pengguna WhatsApp diduga bocor itu tidak menjelaskan bagaimana ia mendapatkan data-data tersebut.

WhatsApp berdasarkan data terakhir memiliki lebih dari dua miliar pengguna aktif bulanan yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Meta yang merupakan induk perusahaan dari WhatsApp telah lama dikritik karena membiarkan pihak ketiga mengorek atau mengumpulkan data pengguna.

"Di zaman ini, kita semua meninggalkan jejak digital yang cukup besar - dan raksasa teknologi seperti Meta harus mengambil semua tindakan pencegahan dan sarana untuk melindungi data tersebut," kata kepala tim riset Cybernews Mantas Sasnauskas.

Cybernews mengatakan sebagian besar informasi yang dibobol itu digunakan hacker untuk serangan siber dan disarankan agar para pengguna WhatsApp tetap waspada terhadap panggilan maupun pesan dari nomor yang tidak dikenal.



Simak Video "Kominfo Akan Lakukan Perbaikan Regulasi Guna Minimalisir Kebocoran Data"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT