Mau Nonton Piala Dunia di Qatar? Awas Dipaksa Instal Spyware

ADVERTISEMENT

Mau Nonton Piala Dunia di Qatar? Awas Dipaksa Instal Spyware

Anggoro Suryo - detikInet
Senin, 24 Okt 2022 17:45 WIB
TOPSHOT - Qataris gather at the capital Dohas traditional Souq Waqif market as the official logo of the FIFA World Cup Qatar 2022 is projected on the front of a building on September 3, 2019. (Photo by - / AFP)        (Photo credit should read -/AFP via Getty Images)
Foto: AFP via Getty Images/-
Jakarta -

Piala Dunia 2022 akan digelar di Qatar mulai 20 November mendatang, namun gelaran tersebut dikritik oleh peneliti keamanan siber. Loh, apa hubungannya?

Setiap orang yang datang ke Qatar diwajibkan mengunduh aplikasi, yang menurut Oyvind Vasaasen, Head of Security di NRK, bisa dikategorikan sebagai spyware, karena meminta akses terhadap banyak data pada ponsel pengguna.

"Sebenarnya bukan tugas saya untuk memberikan saran perjalanan, namun secara pribadi, saya tak akan mau membawa ponsel saat berkunjung ke Qatar," ujar Vasaasen.

Aplikasi yang dimaksud di sini bernama "Ehteraz" dan "Hayaa", yang menurut Vasaasen dan seorang peneliti keamanan lain bernama Bruce Schneier, bisa dikategorikan sebagai spyware, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Minggu (23/10/2022).

Ehteraz adalah aplikasi tracking COVID-19 yang tersedia di iOS dan Android, mirip PeduliLindungi. Namun yang jadi masalah, aplikasi ini meminta akses untuk informasi-informasi yang tak lazim, di luar akses ke lokasi pengguna lewat WiFi dan Bluetooth.

Misalnya, menurut Vasaasen, Ehteraz tak cuma bisa memantau pergerakan pengguna pengguna, melainkan juga bisa membaca, menghapus, atau mengganti semua konten di ponsel pengguna.

Bahkan aplikasi ini bisa memaksa aplikasi lain yang terpasang di ponsel dan membuat ponsel tak bisa masuk ke mode sleep. Juga akses untuk melakukan panggilan telepon ke luar dan mematikan lock screen ponsel.

Spyware Piala Dunia 2022Tampilan aplikasi Ehteraz Foto: Dok. NRK
Spyware Piala Dunia 2022Tampilan aplikasi Hayya Foto: Dok. NRK

Sementara Hayya, juga tersedia di iOS dan Android, sekilas seperti aplikasi biasa untuk melihat jadwal pertandingan dan mengakses sistem transportasi massal Qatar. Namun aplikasi ini menurut Vasaasen juga punya akses ke berbagai informasi di ponsel, bahkan bisa dibilang tanpa batas.

Selain bisa memantau lokasi pengguna, aplikasi ini juga bisa membuat ponsel tak masuk ke mode sleep dan memantau koneksi jaringan ponsel.

Jadi, menurut Vasaasen, lewat dua aplikasi ini pemerintah Qatar bisa mendapat akses yang sangat lengkap terhadap data yang disimpan di ponsel, termasuk kemampuan untuk memodifikasi atau menghapus informasi.

"Jika anda mengunduh dua aplikasi ini, anda harus menerima aturan yang tertera di kontrak, dan kontrak tersebut sangat 'murah hati'. Pada dasarnya anda menyerahkan semua informasi yang ada di ponsel anda. Anda memberikan akses orang lain untuk membaca dan menghapus, atau memodifikasinya. Mereka juga punya kesempatan untuk mengambil informasi dari aplikasi lain yang punya kemampuan untuk melakukannya," jelas Vasaasen.



Simak Video "Kemeriahan FIFA Fan Festival, Titik Temu Pendukung dari Berbagai Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT