26 Juta Data Anggota Polri Diduga Bocor, Tapi...

ADVERTISEMENT

26 Juta Data Anggota Polri Diduga Bocor, Tapi...

Tim - detikInet
Kamis, 22 Sep 2022 15:43 WIB
Human hand on keyboard,isolated, selective focus, shallow depth of field, concept of work & technology.
26 Juta Data Anggota Polri Diduga Bocor, Tapi... (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Lagi-lagi dugaan kebocoran data, kali ini data anggota Polri. Namun data yang tersebar tampaknya data lama.

Dalam situs gelap yang sama seperti yang digunakan Bjorka, Breached Forum, seorang pengguna bernama Meki memposting thread bertajuk '26M Database National Police Identity of Indonesia Republic. Dia mengklaim punya data semua personel Polri dalam format CSV.

Seperti dilihat Kamis (22/9/2022) data ini diklaim dibobol pada September 2022. Total ada 26.263.105 dokumen. Data ini mencakup nama, pangkat, nomor pegawai (NRP), jabatan dan nomor telepon.

"The Indonesian National Police have spent a lot of money just to build servers or simple websites (because they don't care about vulnerabilities in the websites they manage)," kata Meki.

Sampel data yang dipajang terlihat ada data personel Polda Kalimantan Tengah dan data personel sejumlah Polres di bawah lingkup Polda Metro Jaya. Ada pula data rencana anggaran di Polda Maluku Utara dan data personel Polda Sumatera Selatan.

Selain di Breached Forum, sampel data dipajang di situs berbagi dokumen Scribd. Di sana dipajang 2 halaman data personel Polda Kalimantan Tengah.

Saat dicek detikINET, rupanya ini adalah data lama. Sebagai contoh tercantum nama Anton Carliyan sebagai Wakapolda Kalteng. Dalam penelusuran, itu adalah jabatan Anton pada 2009-2012. Anton sudah pensiun pada 2018.

Terkait dengan hal ini, detikINET sudah berusaha menghubungi Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Namun, belum ada respons baik telepon maupun pesan.

Ini bukanlah pertama kalinya terjadi kebocoran data anggota polisi. Pada November 2021 pernah ada kejadian ribuan data anggota polisi bocor di dunia maya.

Chairman Lembaga riset siber Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha mengatakan kebocoran diunggah oleh akun Twitter yang sama dengan kejadian peretasan sub domain Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

[Gambas:Youtube]



(fay/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT