Bos WhatsApp Ungkap Risiko Pakai WhatsApp GB Dkk, Ini Bahayanya!

ADVERTISEMENT

Bos WhatsApp Ungkap Risiko Pakai WhatsApp GB Dkk, Ini Bahayanya!

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 12 Jul 2022 21:40 WIB
SAN FRANCISCO, CA - FEBRUARY 19: Facebook and WhatsApp logos are displayed on portable electronic devices on February 19, 2014 in San Francisco City. Facebook Inc. announced that it will purchase smartphone-messaging app company WhatsApp Inc. for $19 billion in cash and stock. (Photo Illustration by Justin Sullivan/Getty Images)
Bos WhatsApp Peringatkan Jangan Pakai WhatsApp GB dkk, Ini Bahayanya! Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta -

Head of WhatsApp Will Cathcart memperingkatkan pengguna untuk tidak mengunduh aplikasi WhatsApp palsu atau modifikasi. Aplikasi WhatsApp modifikasi yang dimaksud oleh Cathcart adalah WhatsApp GB, WhatsApp Plus, Hey WhatsApp, dan lain-lain.

Aplikasi-aplikasi tersebut memang menawarkan fitur yang tidak tersedia di WhatsApp sehingga populer di kalangan pengguna. Meski lebih kaya fitur, Cathcart mengingatkan bahwa WhatsApp GB dkk bukan aplikasi resmi dan ada bahaya yang diam-diam mengintai.

"Pengingat untuk pengguna @WhatsApp bahwa mengunduh WhatsApp versi palsu atau modifikasi bukanlah ide yang baik," kata Cathcart dalam utas cuitannya di Twitter, seperti dikutip detikINET, Selasa (12/7/2022).

"Aplikasi-aplikasi ini terdengar tidak berbahaya tapi mereka dapat melewati jaminan privasi dan keamanan WhatsApp," sambungnya.

Peringatan Cathcart ini bukan tanpa alasan. Ia mengatakan belum lama ini tim keamanan WhatsApp menemukan malware tersembunyi di aplikasi mod Hey WhatsApp.

Hey WhatsApp merupakan mod yang dikembangkan oleh developer HeyMods. Aplikasi ini hanya bisa diunduh di toko aplikasi tidak resmi di luar Google Play Store, jadi ini saja sudah merupakan red flag yang patut dicurigai oleh pengguna WhatsApp.

Cathcart mengatakan aplikasi-aplikasi mod seperti ini kebanyakan menjanjikan fitur baru yang tidak ada di WhatsApp. Tapi ujung-ujungnya dipakai pengembangnya untuk mencuri informasi pribadi yang ada di ponsel pengguna.

Cathcart dan tim WhatsApp sudah melaporkan temuan ini kepada Google. Cathcart mengatakan WhatsApp dan Google sudah bekerjasama untuk memberantas aplikasi berbahaya dan melindungi pengguna dengan fitur Google Play Protect.

"Google Play Protect di Android kini bisa mendeteksi dan mematikan WhatsApp versi palsu berbahaya yang diunduh sebelumnya. Kami menghargai bantuan Google atas upaya mereka untuk mencegah aplikasi berbahaya berkembang biak di perangkat Android," ucap Cathcart.

"Kami tentu saja akan melanjutkan upaya kami untuk mendeteksi dan memblokir aplikasi seperti ini ke depannya. Kami juga akan mengambil tindakan tegas terhadap HeyMods untuk mencegah bahaya di masa depan, dan selanjutnya akan menjajaki opsi hukum untuk meminta pertanggungjawaban HeyMods dan aplikasi lain seperti mereka," imbuhnya.

Pengguna WhatsApp yang memakai aplikasi tidak resmi seperti WhatsApp GB, WhatsApp Plus dan lain-lain nantinya akan menerima peringatan ini dari Google: "Aplikasi ini palsu. Aplikasi ini bisa mencuri data pribadi kalian, seperti informasi banking dan password."

Karena masalah keamanan, Google mungkin akan mematikan dan menghapus aplikasi WhatsApp palsu dari ponsel kalian. Cathcart pun menganjurkan agar pengguna selalu mengunduh aplikasi WhatsApp di toko aplikasi resmi atau di situs resmi WhatsApp.



Simak Video "WhatsApp Aero Suguhkan Fitur Menarik, Amankah?"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT