Inggris 'Haramkan' Teknologi Rusia, Kaspersky Membela

ADVERTISEMENT

Inggris 'Haramkan' Teknologi Rusia, Kaspersky Membela

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 03 Apr 2022 15:30 WIB
Spyware
Foto: dok ITPro
Jakarta -

Lembaga National Cyber Security Center (NCSC) di Inggris memperingatkan akan bahaya penggunaan teknologi Rusia, salah satunya pakai Kaspersky. Tudingan itu langsung dibantah Kaspersky.

Kaspersky merupakan perusahaan yang membuat produk atau perangkat lunak (software) antivirus. Perusahaan tersebut didirikan oleh Eugene Kaspersky sejak 1997 di Moskow, Rusia dan telah memiliki reputasi yang cukup mentereng di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

Konflik geopolitik yang sedang terjadi antara Ukraina-Rusia membuat dunia bereaksi. Terbaru, NCSC memperingatkan kepada organisasi untuk mempertimbangkan kembali risiko pengunaan teknologi Rusia, seperti Kaspersky.

Dalam pernyataan tertulisnya, Kaspersky telah mengetahui pernyataan yang dilontarkan NCSC ke publik dan memberikan tanggapannya. Demikian menurut mereka:

"Meskipun kami menganggap keputusan ini dibuat berdasarkan alasan politis, bukan teknis, kami terbuka untuk mengatasi segala kekhawatiran yang mungkin dimiliki pelanggan dan regulator terkait operasi dan produk kami dengan cara yang sepenuhnya transparan, terbuka, dan objektif, termasuk melalui Pusat Transparansi Kaspersky yang beroperasi di Eropa," ujar Kaspersky.

Seiring dengan hal tersebut, Kaspersky menyebutkan tetap berkomitmen untuk menyediakan solusi keamanan siber terdepan di industri kepada para pelanggan di Inggris Raya dan di seluruh dunia.

"Kami ingin berterima kasih kepada NCSC atas panduannya terkait dengan pengguna pribadi, dan ingin meyakinkan pelanggan kami bahwa mereka aman dan terlindungi dengan Kaspersky, sebagaimana yang telah dibuktikan oleh tes independen," pungkasnya.

Sebelumnya, penggunaan produk Kaspersky juga tidak dianjurkan di Jerman terkait kemungkinan teknologinya dimanfaatkan oleh pemerintah Rusia. Untuk ini, Kaspersky juga telah memberi tanggapan bahwa tuduhan itu sama sekali tidak beralasan dan juga tidak ada bukti sahihnya.



Simak Video "Salam Perpisahan Pasukan Cadangan Rusia dengan Keluarga"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT