KPAI Benarkan Ada Pencurian Data dan Lapor Polisi

KPAI Benarkan Ada Pencurian Data dan Lapor Polisi

Tim - detikInet
Kamis, 21 Okt 2021 20:04 WIB
kejahatan cyber
Kasus kebocoran data KPAI. Foto ilustrasi: Unwired View
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membenarkan telah terjadi pencurian database dan pembobolan hacker dan datanya dijual di dark web. Ketua KPI, Dr Susanto MA, pun memberikan tanggapannya. Pihaknya saat ini telah melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian.

"Merespon pemberitaan di media terkait database KPAI, perlu kami sampaikan bahwa saat ini telah terjadi pencurian database KPAI. Menindaklanjuti hal tersebut, pada tanggal 18 Oktober 2021, KPAI telah menyampaikan laporan kepada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri," sebut ketua KPAI dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (21/10/2021).

"Dan pada tanggal 19 Oktober 2021, KPAI telah menyampaikan surat kepada Badan Siber dan Sandi Negara. Selanjutnya pada tanggal 21 Oktober 2021 KPAI juga telah berkirim surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika untuk tindak lanjut hal dimaksud," tambah dia.

Dikatakannya bahwa menindaklanjuti surat tersebut, Direktorat Siber Mabes Polri dan Badan Siber dan Sandi Negara telah berkoordinasi dengan KPAI untuk langkah - langkah selanjutnya dan KPAI telah melakukan mitigasi untuk menjaga keamanan data.

"Adanya kasus pencurian data ini tidak mengganggu layanan pengaduan KPAI. Layanan tetap berjalan dan aman," pungkas ketua KPAI.

Seperti diberitakan, di Twitter dan Facebook beredar gambar yang diduga sebagai kebocoran data KPAI. Database tersebut dijajakan di situs Raidforums. Sang pengunggah yang memiliki username C77 memposting penawarannya tersebut pada 13 Oktober 2021.

Ada dua database KPAI yang ditawarkan, yakni kpai_pengaduan_csv dan kpai_pengaduan_csv. Untuk men-downloadnya, user Raidforums harus mengeluarkan 8 credits per data.

C77 memberikan sampel data untuk mengklaim data yang dimilikinya valid. Adapun isi dari sampel data yang diberikan memuat identitas penting yang rentan dieksploitasi.

Sebab isinya berupa nama, nomor identitas, kewarganegaraan, telepon, HP, agama, pekerjaan, pendidikan, alamat, email, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, provinsi, kota, dan usia.



Simak Video "Jubir: Masalah Kebocoran Data Bukan Hanya Tugas Kominfo Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)