BSSN Bergerak Antisipasi Serangan Hacker China

BSSN Bergerak Antisipasi Serangan Hacker China

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 13 Sep 2021 12:12 WIB
BSSN
BSSN Bergerak Antisipasi Serangan Hacker China (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta -

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan sudah memantau serangan siber, khususnya yang diduga dilakukan hacker China untuk membobol lebih dari 10 kementerian dan lembaga di Indonesia.

"Ya, hal tersebut sudah menjadi pantauan BSSN," kata Juru Bicara BSSN Anton Setyawan kepada detikINET, Senin (13/9/2021).

Terkait hal tersebut, Anton mengatakan bahwa BSSN sudah memberikan peringatan kepada kementerian dan lembaga di Indonesia.

"Langkah utama yang kita lakukan adalah memberikan peringatan dan imbauan keamanan kepada kementerian dan instansi pemerintah lainnya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, kelompok hacker China yang disebut Mustang Panda diduga membobol minimal 10 kementerian dan lembaga di Indonesia. Dugaan ini diberitakan The Record berdasarkan laporan dari Insikt Group, ini adalah divisi riset ancaman siber milik Recorded Future.

Mustang Panda adalah kelompok hacker dengan aksi spionase siber di Asia Tenggara. Insikt menemukan bahwa pada bulan April 2021, ada malware PlugX dari Mustang Panda di dalam jaringan pemerintah Indonesia.

Penembusan oleh hacker China ini diduga sudah terjadi sejak bulan Maret 2021. Titik masuk dan metode malware mereka masih belum jelas.

Insikt Group disebutkan sudah memberi tahu pemerintah Indonesia pada Juni dan Juli 2021. Namun menurut mereka, pihak pemerintah Indonesia saat itu belum memberikan tanggapan.

Badan Intelijen Negara (BIN) diklaim Insikt juga ikut dibobol. The Record mengatakan meminta konfirmasi pada Juli dan Agustus namun tidak ditanggapi.

Sumber The Record mengatakan bulan Agustus itu, pemerintah Indonesia mencari dan membersihkan sistem yang terinfeksi. Namun beberapa hari kemudian, Insikt mengatakan pihak di jaringan pemerintah Indonesia masih terhubung dengan server malware hacker China, Mustang Panda.

The Record mengaitkan spionase siber ini dengan kebijakan luar negeri China yaitu Belt and Road Initiative. Ini adalah langkah kerja sama ekonomi global China. Negara yang diajak dalam kerja sama Belt and Road Initiative ini menurut The Record menjadi target untuk spionase siber.



Simak Video "Sosok Hacker China 'Mustang Panda' yang Diduga Serang RI Pakai Thanos"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)