Celah Keamanan di WhatsApp Bisa Ekspos Data Sensitif Pengguna

Celah Keamanan di WhatsApp Bisa Ekspos Data Sensitif Pengguna

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 03 Sep 2021 16:09 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Celah Keamanan di WhatsApp Bisa Ekspos Data Sensitif Pengguna (Foto: Photo by Rachit Tank on Unsplash)
Jakarta -

Peneliti menemukan celah keamanan di WhatsApp yang berpotensi dimanfaatkan hacker untuk mencuri data sensitif pengguna. Untungnya celah keamanan ini sudah ditambal oleh WhatsApp.

Celah keamanan ini ditemukan oleh peneliti dari Check Point Research (CPR). Celah ini ada di dalam fitur filter foto di aplikasi WhatsApp for Android dan WhatsApp Business for Android.

Menurut laporan CPR, celah keamanan bisa dieksploitasi setelah pengguna membuka lampiran berisi file foto berbahaya (seperti file GIF yang dirancang khusus), menambahkan filter spesifik ke foto, dan mengirimkan foto yang sudah diedit dengan filter kembali ke penyerang.

CPR mengatakan bentuk eksploitasi seperti ini memiliki langkah yang rumit dan membutuhkan interaksi yang ekstensif dengan pengguna. Hacker yang berhasil mengeksploitasi celah ini bisa mengakses informasi sensitif dari memori WhatsApp, termasuk pesan serta foto dan video yang dibagikan sebelumnya.

"Begitu kami menemukan kerentanan keamanan, kami langsung melaporkan temuan kami kepada WhatsApp, yang kooperatif dan kolaboratif dalam merilis perbaikan," kata Head of Product Vulnerabilities Research CPR Oded Vanunu, seperti dikutip dari Gadgets 360, Jumat (3/9/2021).

"Hasil dari upaya bersama kami adalah WhatsApp yang lebih aman bagi pengguna di seluruh dunia," sambungnya.

CPR melaporkan temuannya kepada WhatsApp pada 10 November 2020. WhatsApp kemudian menambal celah ini pada Februari 2021 lewat update WhatsApp for Android dan WhatsApp Business for Android versi 2.21.1.13.

WhatsApp pun berterima kasih kepada CPR karena telah melaporkan temuannya ini. Aplikasi milik Facebook ini mengatakan enkripsi end-to-end yang mereka kerahkan tetap aman, dan pesan milik pengguna juga tetap terlindungi.

"Laporan ini melibatkan beberapa langkah yang harus diambil pengguna dan kami tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa pengguna akan terdampak oleh bug ini. Meski demikian, bahkan skenario paling kompleks yang ditemukan peneliti bisa meningkatkan keamanan bagi pengguna," kata WhatsApp dalam keterangan resminya.

"Seperti produk teknologi lainnya, kami menyarankan pengguna selalu memperbarui aplikasi dan sistem operasi mereka, untuk mengunduh update saat tersedia, untuk melaporkan pesan yang mencurigakan, dan menghubungi kami jika mereka mengalami masalah saat menggunakan WhatsApp," pungkasnya.



Simak Video "WhatsApp Kembangkan Fitur Baru: Kirim Foto Jadi Stiker"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)