Kominfo Usut Dugaan 279 Juta Data Penduduk yang Dijual Online

Kominfo Usut Dugaan 279 Juta Data Penduduk yang Dijual Online

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 20 Mei 2021 16:34 WIB
A magnifying glass is held in front of a computer screen in this file picture illustration taken in Berlin May 21, 2013. Hackers broke into U.S. government computers, possibly compromising the personal data of 4 million current and former federal employees, and investigators were probing whether the culprits were based in China, U.S. officials said on June 4, 2015. REUTERS/Pawel Kopczynski/Files
Kominfo Usut Dugaan 279 Juta Data Penduduk RI yang Dijual di Internet. Foto: Pawel Kopczynski/REUTERS
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) langsung merespons terkait dugaan 279 juta data penduduk Indonesia bocor dan dijual di forum hacker Raid Forums.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan saat ini Kominfo tengah mengusut kasus tersebut.

"Kementerian Kominfo sedang melakukan pendalaman atas dugaan kebocoran data tersebut," ungkap Johnny kepada detikINET, Kamis (20/5/2021).

Diberitakan sebelumnya, data penduduk Indonesia yang bocor dan dijual di internet itu meliputi informasi penting, mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, alamat, nomor telepon, bahkan soal gaji.

Informasi tersebut diungkap akun Twitter @ndagels dan bikin gempar lini masa media sosial berlogo burung ini.

Dalam penelusuran detikINET, data diunggah pertama kali oleh sosok dengan nama online kotz di Raid Forums. Belum jelas dari mana dia berhasil mendapatkan data-data itu.

Ia menyebut bahwa data bocor ini dijual dan disebut sebagai informasi pribadi lengkap. Disertakan pula sejuta sampel data untuk pengecekan.

"1 juta sampel data untuk tes. Seluruhnya 279 juta. 20 juta di antaranya punya foto pribadi," klaim dia.

Ketika diunduh, data itu besarnya sekitar 51 MB. Belum jelas apakah data ratusan juta penduduk Indonesia ini valid atau tidak. Ada netizen yang coba mengeceknya dan menyebut menemukan namanya sendiri.



Simak Video "Laporan Kebocoran 1,3 Juta Data di Aplikasi eHAC Kemenkes"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)