Awas! Link WhatsApp Pink, Tawarkan Tema Padahal Isinya Virus

Awas! Link WhatsApp Pink, Tawarkan Tema Padahal Isinya Virus

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 20 Apr 2021 06:20 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Waspada Link WhatsApp Pink, Tawarkan Tema Padahal Isinya Virus Foto: Photo by Rachit Tank on Unsplash
Jakarta -

Pengguna WhatsApp harus waspada karena ada modus penipuan baru yang beredar di aplikasi messaging tersebut. Kali ini penipuan bernama WhatsApp Pink itu menjanjikan pengguna tema WhatsApp baru berwarna pink atau merah muda yang ternyata isinya virus.

Penipuan ini berisi link yang jika diklik akan mengarahkan pengguna untuk mengunduh file APK. Link ini menyebar lewat grup WhatsApp dan sudah ada beberapa pengguna yang menyebarkannya tanpa mengetahui bahaya di balik link ini.

Selain menawarkan tema baru WhatsApp berwarna merah muda, penipuan WhatsApp Pink ini juga menjanjikan fitur-fitur baru. Untuk mengelabui korban, link ini menyamar sebagai update resmi dari WhatsApp.

Jika ada pengguna yang terkecoh dan mengklik link tersebut, ponsel mereka bisa diambil alih oleh hacker dan pengguna terancam kehilangan akun WhatsApp mereka, seperti dikutip dari Livemint, Selasa (20/4/2021).

Pakar keamanan siber pun mengingatkan pengguna WhatsApp untuk tidak mengklik link yang mencurigakan seperti WhatsApp Pink.

"Hati-hati dengan WhatsApp Pink!! Virus sedang menyebar di grup WhatsApp dengan link download APK. Jangan klik link apapun dengan nama #WhatsAppPink. Akses penuh terhadap ponsel kalian akan hilang," kata pakar keamanan siber Rajshekhar Rajaharia dalam postingannya di media sosial.

Menurut Director Voyager Infosec Jiten Jain, penipuan seperti WhatsApp Pink ini mirip seperti kasus WhatsApp Gold yang sudah lama beredar. Kedua kasus ini sama-sama menyamarkan malware sebagai aplikasi palsu yang menawarkan fitur WhatsApp.

Jain pun menyarankan pengguna WhatsApp agar tidak menginstal APK atau aplikasi lainnya di sumber yang tidak resmi, dan hanya menginstal aplikasi di sumber terpercaya seperti Google Play Store atau Apple App Store.

"Aplikasi jahat seperti ini bisa digunakan untuk menyusup ke dalam ponsel kalian dan mencuri data pribadi seperti foto, SMS, kontak, dan lain-lain," kata Jain.

"Malware berbasis keyboard bisa digunakan untuk memonitor semua yang kalian ketik. Ini bisa digunakan untuk menangkap dan mencuri password bank," imbuhnya.

Sementara itu saat dimintai keterangannya, pihak WhatsApp mengatakan pengguna bisa mendapatkan pesan aneh dan mencurigakan dari mana saja, jadi pengguna diminta berhati-hati sebelum merespon pesan tersebut.

"Khususnya di WhatsApp, kami juga menyarankan orang-orang menggunakan tools yang kita sediakan di dalam aplikasi untuk mengirimkan kami laporan, melaporkan kontak, atau memblokir kontak," jelas aplikasi messaging milik Facebook tersebut.



Simak Video "WhatsApp Kini Bisa Dipakai di 4 Perangkat Sekaligus, Berikut Faktanya..."
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)