4 Ancaman Keamanan HP yang Serius, Jangan Anggap Enteng!

4 Ancaman Keamanan HP yang Serius, Jangan Anggap Enteng!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 05 Apr 2021 19:30 WIB
An illustration picture shows a projection of binary code on a man holding a laptop computer, in an office in Warsaw June 24, 2013. REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo
4 ancaman dari keamanan perangkat HP. Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta -

Kebanyakan masyarakat sudah mulai sadar akan bahaya malware yang menyisip di dalam ponsel. Mereka memastikan sebisa mungkin agar HP selalu terhindari dari serangan malware dengan skrining rutin dan hanya menginstal aplikasi dari toko resmi.

Padahal, ancaman mobile security bukan cuma soal malware. Ini dia daftar hal yang jadi masalah untuk keamanan HP sebagaimana diulas CSO Online.

1. Social engineering

Tipu daya yang teruji dan lebih meresahkan adalah serangan phishing yang telah meningkat enam kali lipat sejak dimulainya COVID, menurut Zimperium. Perangkat HP sekarang menjadi target utama, dengan skema terkait COVID khususnya.

"(Scammer) tahu bahwa orang-orang bekerja dari rumah dan menghabiskan lebih banyak waktu di perangkat seluler mereka dan tidak melakukan tindakan pencegahan yang sama seperti di komputer tradisional," kata Nico Chiaraviglio, wakil presiden penelitian keamanan di Zimperium.

"Dari perspektif penyerang, ini adalah penawaran dan permintaan," sambung.

Menurut studi yang dilakukan oleh Google, New York University, dan UC San Diego, autentikasi pada perangkat dapat mencegah 99% serangan phishing massal dan 90% serangan yang ditargetkan.

2. Kebocoran data

Kebocoran data secara luas dipandang sebagai salah satu ancaman paling mengkhawatirkan bagi keamanan di tahun 2021 dan salah satu yang paling merugikan juga.

"Tantangan utamanya adalah bagaimana menerapkan proses pemeriksaan aplikasi yang tidak membebani administrator dan tidak membuat pengguna frustrasi," kata Dionisio Zumerle, direktur riset untuk keamanan seluler di Gartner.

Dia menyarankan untuk beralih ke solusi pertahanan ancaman dengan produk-produk seperti Endpoint Protection Mobile dari Symantec, SandBlast Mobile dari CheckPoint, dan zIPS Zimperium. Utilitas tersebut memindai aplikasi untuk masalah kebocoran.

3. Serangan WiFi

Tidak banyak yang sadar bahwa keamanan WiFi sebagai penyalur informasi harus dijaga.

"Daripada mengandalkan deteksi serangan man-in-the-middle untuk menjadi reaktif, kami menyarankan perusahaan-perusahaan mengambil pendekatan yang lebih proaktif untuk mengamankan koneksi jarak jauh," ucap Michael Covington, VP produk di Wandera.

"Hal termudah yang dapat dilakukan perusahaan untuk mendorong keamanan WiFi yang tepat adalah dengan hanya mengadopsi model akses jaringan zero-trust untuk kerja jarak jauh," sarannya.

4. Perangkat jadul

Ponsel cerdas, tablet, dan perangkat kecil yang terhubung - internet of things (IoT) - menimbulkan risiko bagi keamanan. Tidak seperti perangkat kerja tradisional, perangkat tersebut umumnya tidak disertai jaminan pembaruan perangkat lunak yang tepat waktu dan berkelanjutan.

"Banyak dari mereka bahkan tidak memiliki mekanisme penambalan bawaan, dan itu menjadi semakin menjadi ancaman akhir-akhir ini," tutur Kevin Du, seorang profesor ilmu komputer di Syracuse University yang berspesialisasi dalam keamanan smartphone.

Pada tahun 2020, sekitar 28% bisnis mengandalkan perangkat yang tidak hanya memiliki perangkat lunak sistem operasi usang tetapi juga memiliki perangkat lunak dengan kerentanan keamanan yang sudah sangat jelas terlihat menurut Wandera.

Situasi work from home membuat banyak orang melihat peluang dari kerentanan ini. Apalagi tidak semua pekerja memperhatikan apakan ponsel dan perangkat untuk menunjang kerja mereka sudah diperbaharui secara berkala atau belum.



Simak Video "Update Corona RI 16 September: Bertambah 3.145 Kasus, 14.633 Sembuh"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)