Pakistan Blokir TikTok (Lagi) Gegara Konten Vulgar

Pakistan Blokir TikTok (Lagi) Gegara Konten Vulgar

Josina - detikInet
Jumat, 12 Mar 2021 11:30 WIB
aplikasi tiktok
Foto: Unsplash/Kon Karampelas
Jakarta -

Pengadilan di Pakistan telah memblokir aplikasi media sosial TikTok karena dinilai memiliki konten cabul. Hal ini menjadi peristiwa kedua kalinya TikTok diblokir dalam waktu kurang dari enam bulan di negara tersebut.

Kepala Pengadilan Tinggi Peshawar, Qaiser Rashid Khan memutuskan pemblokiran selama sidang di mana sebelumnya sudah banyak petisi yang menentang platform video tersebut.

Khan menjelaskan beberapa video yang diunggah TikTok dianggap tidak dapat diterima oleh masyarakat Pakistan dan memerintahkan untuk regulator internet untuk memblokir layanan tersebut sampai TikTok dapat menerapkan kontrol konten yang dianggap dapat diterima oleh pengadilan.

Dilansir detikINET dari Al Jazeera, Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) akan mematuhi perintah dari pengadilan. Sebelumnya pada bulan Oktober, PTA telah memblokir TikTok atas tuduhan serupa dengan mengatakan bahwa platform tersebut telah gagal menyaring konten tidak bermoral dan tidak senonoh.

Sepuluh hari kemudian, mereka mencabut larangan tersebut dengan mengatakan pihak berwenang Pakistan telah diyakinkan oleh manajemen TikTok bahwa mereka akan memblokir semua akun yang berulangkali terlibat dalam menyebarkan kecabulan dan amoral

TikTok buatan ByteDance ini memungkinkan pengguna untuk berbagi video pendek satu sama lain. Menurut firma analitik Sensor Tower, TikTok menjadi sangat populer di Pakistan yang berpenduduk 220 juta orang dan di sana memiliki lebih dari 20 juta pengguna aktif bulanan.

Tiktok pun memberi tanggapan dan keberatan akan keputusan tersebut. Mereka beralasan telah memiliki pedoman untuk memantau konten-kontennya.

"TikTok dibangun di atas fondasi ekspresi kreatif, dengan perlindungan yang kuat untuk menjaga konten yang tidak pantas keluar dari platform," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

"Di Pakistan kami telah mengembangkan tim moderasi bahasa lokal dan memiliki mekanisme untuk melaporkan dan menghapus konten yang melanggar pedoman komunitas kami. Kami berharap dapat terus melayani jutaan pengguna dan pembuat TikTok di Pakistan yang telah menemukan tempat untuk kreativitas dan kesenangan. " lanjutnya.



Simak Video "Terekam CCTV, Aktivitas Pria di Jaktim Sebelum Tewas saat Live TikTok"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)