Awas! Suka Selfie Saat WFH, Jadi Sasaran Empuk Hacker

Awas! Suka Selfie Saat WFH, Jadi Sasaran Empuk Hacker

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 08 Mar 2021 20:15 WIB
Ilustrasi WFH
Ilustrasi WFH. Foto: Dok. Ericsson
Jakarta -

Selama pandemi banyak orang yang bekerja dari rumah, atau work from home (WFH). Lalu, tak sedikit di antaranya yang suka selfie ataupun memotret ruangan kerja rumahnya.

Hal ini mungkin dianggap tak berbahaya, tapi menurut Sophos, sebuah perusahaan keamanan siber, hal seperti ini bisa dimanfaatkan hacker untuk mengumpulkan data pribadi, yang dijadikan data awal untuk melakukan peretasan.

Dalam postingan blognya Sophos mencontohkan beberapa informasi yang bisa dikumpulkan dari foto-foto WFH. Seperti label yang ada pada bungkusan paket, yang berisi alamat rumah.

Lalu foto-foto yang dipajang juga bisa menunjukkan hobi seseorang, yang kemungkinan bisa dipakai untuk memecahkan pertanyaan keamanan saat menjebol akun si korban.

Ada juga foto pesta ulang tahun virtual yang 'diadakan' di Zoom, Teams, ataupun layanan konferensi video lain, bisa dipakai untuk mengungkap tanggal lahir seseorang (sering dipakai sebagai password atau PIN), dan juga mengumpulkan nama teman atau anggota keluarga.

"Variasi informasi yang mungkin tersebar dalam konteks ini tidak terbatas," ujar Dr. Jason Nurse, Associate Professor of Cybersecurity di University of Kent, yang menulis postingan di Sophos tersebut.

"Fraudster, scammer, dan penjahat siber lain sangat menyukai saat kita membagikan informasi personal, kehidupan, ataupun terkait pekerjaan di dunia maya," tambahnya.

Ditambah lagi, foto-foto seperti ini seringkali diposting dengan hashtag seperti #WorkFromHome, #RemoteWork, dan #HomeOffice. Alhasil, 'pekerjaan' hacker pun menjadi lebih ringan. Tinggal mengklik hashtag, dan mengumpulkan foto-foto tersebut.

Lebih parah lagi, ancaman ini tak cuma melibatkan data pribadi, melainkan juga data perusahaan yang tak kalah sensitif. Saat data tersebut bocor, dampaknya pun tentu akan lebih besar.

"Analisis gambar lingkungan ruangan kerja di rumah bisa mengungkap isi inbox email pekerjaan, email internal, nama pegawai, situs web privat, software yang terpasang di komputer, dan banyak lagi," jelas Nurse.

Jadi, Nurse mengingatkan agar para pengguna media sosial lebih berhati-hati saat memposting sesuatu agar tak mengungkap data pribadi atau sensitif. Termasuk objek yang ada di latar belakang foto.

Ia pun menyarankan penggunaan virtual background saat melakukan konferensi video, dan berpikir dua kali sebelum menggunakan hashtag populer terkait WFH, demikian dikutip detikINET dari Techradar, Senin (8/3/2021).



Simak Video "Sistem Transportasi di New York Dihack, Negara-negara Ini Dicurigai"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)