Bluetooth Eror
Ponsel Sony Ericsson Terancam DoS
- detikInet
Jakarta -
Dua perusahaan keamanan, FrSIRT dan Secunia, mengungkap bahwa beberapa ponsel yang diproduksi Sony Ericsson Mobile Communications sangat ringkih terhadap serangan DoS (Denial of Service).Celah menganga di empat model ponsel Sony Ericsson. Keringkihan terjadi karena erornya fitur Bluetooth di ponsel terkait. Setidaknya begitu yang disampaikan French Security Incident Response Team (FrSIRT)."Bluetooth tersebut gagal menangani L2CAP (Logical Link Control and Adaptation Layer Protocol) dengan baik," ungkap FrSIRT di situsnya, seperti dikutip detikINET dari CnetNews Sabtu (11/02/2006). Perusahaan keamanan asal Denmark, Secunia, pun melaporkan celah yang sama. Keduanya menilai celah itu sebagai risiko keamanan tingkat rendah.Chief Technology Officer Secunia Thomas Kristensen mengatakan, seseorang bermaksud menjebol salah satu di antara empat ponsel Sony Ericsson, termasuk tipe K600i dan T68i, untuk mengirimkan kode jahat via Bluetooth. Kode tersebut nantinya membuat ponsel menjadi crash."Saya rasa pengguna ponsel banyak yang tidak tahu adanya serangan ini, sampai mereka memakai ponsel mereka lagi," kata Kristensen.Namun ada berita baik. Menurut Kristensen, kerusakan yang ditimbulkan sangat minim. Jika ponsel dimatikan lalu dihidupkan lagi, ponsel akan berfungsi seperti biasanya.Mendengar kabar celah itu, pihak Sony Ericsson angkat bicara. Lewat e-mail, juru bicara Sony Cherie Gary mengatakan, sangat kecil kemungkinan seseorang untuk mengeksploitasi produk Sony Ericsson."Meski begitu, jika Anda cemas, Anda bisa mencegah seseorang mengakses ponsel dengan mematikan mode 'discoverable' yang ada pada setinggan Bluetooth. Ini akan membuat ponsel tampak invisible dan meminimasi risiko ponsel diakses orang lain," tutur Gary.Kini, Gary tengah menanti kabar dari teknisi Sony Ericsson di Swedia yang memiliki banyak informasi untuk mempelajari lebih banyak detil masalah itu. Sementara itu, walau keringkihan itu berisiko rendah, menurut Kristensen keringkihan tersebut kini menjadi pusat perhatian di komunitas keamanan. Pasalnya, hacker jahat bisa mencuri informasi dari ponsel Anda kapan saja jika ponsel tidak dibekali dengan standar keamanan yang benar. (dwn)
(ien/)