Laptop Paling Berbahaya Sedunia, Isinya 6 Malware Ganas

Bahaya Serangan Cyber

Laptop Paling Berbahaya Sedunia, Isinya 6 Malware Ganas

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 28 Nov 2020 14:20 WIB
Laptop paling berbahaya di dunia, berisi 6 malware ganas
Laptop Paling Berbahaya Sedunia, Isinya 6 Malware Ganas (Foto: thepersistenceofchaos.com)
Jakarta -

Dari tampak luar, laptop Samsung NC10-14GB terlihat seperti laptop berukuran 10,2 inch pada umumnya. Tapi siapa sangka laptop merupakan gadget paling berbahaya di dunia karena berisi enam malware ganas di dalamnya.

Laptop ini merupakan karya seni buatan seniman internet Guo O Dong dan diberi nama 'Persistence of Chaos'. Guo mengatakan ia menciptakan karya seni untuk memperlihatkan ancaman siber yang abstrak sebagai sesuatu yang nyata dalam bentuk fisik.

"Kita memiliki fantasi bahwa sesuatu yang terjadi di komputer tidak bisa mempengaruhi kita, tapi ini tidak masuk akal," kata Guo kepada The Verge, seperti dikutip detikINET, Sabtu (28/11/2020).

"Virus yang dipersenjatai yang bisa mempengaruhi jaringan listrik atau infrastuktur umum dapat menyebabkan kerusakan langsung," sambungnya.

Keenam virus yang dimasukkan dalam laptop ini dipilih karena kerugian ekonomi fantastis yang telah disebabkan virus-virus tersebut. Secara total, Guo memperkirakan enam virus di laptop Samsung tersebut bisa menyebabkan kerugian sebesar USD 95 miliar.

Keenam malware tersebut adalah WannaCry, ILOVEYOU, BlackEnergy, Mydoom, SoBig dan DarkTequila. Dua malware yang paling dikenal ganas dari daftar ini tentu saja WannaCry dan ILOVEYOU karena penyebarannya yang sangat luas dan kerugian yang ditimbulkan sangat besar.

ILOVEYOU adalah virus yang menyebar lewat email pada tahun 2000. Ciri khas utamanya adalah attachment berjudul 'LOVE-LETTER-FOR-YOU.txt.vbs' yang berpura-pura sebagai surat cinta.

Sedangkan WannaCry adalah serangan ransomware yang menyerang komputer di rumah sakit dan pabrik di seluruh dunia pada tahun 2017. Guo mengatakan WannaCry merupakan contoh yang sempurna bagaimana serangan siber memiliki konsekuensi secara fisik.

"WannaCry menyebabkan (National Health Service di Inggris) kerugian senilai USD 100 juta dan menyebabkan pembatalan puluhan ribu janji dengan dokter," kata Guo.

"Tidak berlebihan untuk mengatakan ini menyebabkan bahaya yang signifikan terhadap manusia, meski mungkin agak sulit untuk melihat dampaknya secara langsung ke pasien," imbuhnya.

Laptop mengerikan ini diciptakan Guo bersama perusahaan keamanan siber DeepInstict. Pada bulan Mei 2019, laptop ini terjual dengan harga USD 1,345 juta atau sekitar Rp 19 miliar lewat sebuah lelang.

Guo pun menetapkan sejumlah syarat khusus agar laptop ini tidak disalahgunakan oleh pemilik barunya. Syarat tersebut adalah laptop ini dibeli atas alasan seni atau akademik, dan pembelinya harus berjanji untuk tidak menyebarkan malware yang ada di dalamnya. Jika tidak, maka ini akan menjadi kejahatan siber baru yang mengerikan.

Untungnya, laptop Samsung ini terisolasi dan airgapped alias tidak terhubung dengan jaringan mana pun. Jadi asalkan tidak terhubung dengan Wi-Fi atau mencolokkan sesuatu ke port USB, laptop ini seharusnya aman-aman saja.



Simak Video "Tips Aman Download Game untuk Cegah Malware"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)