Waduh, Hacker Rusia dan Iran Susupi Sistem Pemilu AS

Waduh, Hacker Rusia dan Iran Susupi Sistem Pemilu AS

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 25 Okt 2020 08:08 WIB
Hacker Rusia Berhasil Membobol Jaringan Komunikasi Pemerintah Jerman
Foto: DW (News)
Jakarta -

Sindikat hacker dari Rusia dan Iran disebut tengah berusaha untuk mengganggu pemilu presiden (Pilpres) Amerika Serikat.

Bahkan, dalam laporan tersebut disebutkan kalau para sindikat itu sudah bisa menyusupi sistem Pilpres AS dan juga sistem penerbangan di Negeri Paman Sam tersebut, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Minggu (24/10/2020).

Menurut laporan, baik Rusia maupun Iran punya minat sangat besar terhadap Pilpres AS, di mana Rusia mendukung Donald Trump agar terpilih kembali sebagai presiden AS. Bahkan, Sindikat hacker itu pun disebut sudah bisa mengakses data pemilih di AS.

"Data ini bisa dipakai oleh pihak asing untuk mencoba menyebar informasi palsu ke para pemilih terdaftar yang diharapkan bisa menciptakan kebingungan, menimbulkan kerusuhan, dan merusak kepercayaan terhadap demokrasi AS," ujar John Ratcliffe, Director of National Intelligence.

Berbeda dengan Rusia yang mendukung terpilih kembalinya Trump, hacker Iran malah menyebarkan email yang meremehkan presiden AS saat ini, yaitu Trump.

Serangan-serangan hacker ini disebut sudah berlangsung sejak September lalu. Di dalamnya terlibat berbagai sindikat hacker yang didukung pemerintah Rusia seperti Berserk Bear, Havex, dan Koala.

Para sindikat hacker itu disebut sudah memindai sistem jaringan AS untuk mencari celah yang bakal dipakai di serangan lain ke depannya. Target utamanya adalah Microsoft Exchange dan sistem Citrix.



Simak Video "Situs KKP Mendadak Sulit Diakses, Ulah Hacker?"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)