Ransomware 'Ular' Serang Honda, Operasional Lumpuh

Ransomware 'Ular' Serang Honda, Operasional Lumpuh

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 11 Jun 2020 07:01 WIB
kejahatan cyber
Ransomware 'Ular' Serang Honda, Operasional Lumpuh. Foto: Internet
Jakarta -

Serangan ransomware bisa sangat merepotkan, apalagi jika menimpa perusahaan besar. Kasus terbaru terjadi pada perusahaan teknologi otomotif Honda. Operasional Honda secara global lumpuh akibat serangan ransomware.

Tak ayal, Honda pun kelimpungan menangani serangan ini agar semua sistemnya kembali online. Pada Selasa (9/6) waktu setempat, perusahaan asal Jepang ini terpaksa menutup sementara sejumlah fasilitas produksi, serta layanan pelanggan dan finansial.

"Sejauh ini tidak ada data pribadi yang bocor. Kami saat ini telah melanjutkan produksi di sebagian besar pabrik dan berupaya mengembalikan operasional pabrik mobil dan mesin kami di Ohio," demikian pernyataan Honda yang dikutip dari The Verge.

Snake ransomware, sebutan untuk malware yang menyerang sistem Honda, melibatkan hacker yang mengenkripsi file perusahaan untuk menyandera mereka. Selanjutnya, hacker menawarkan untuk mendekripsi file tersebut dengan syarat imbalan sejumlah uang.

Honda sendiri melabeli serangan ini sebagai 'serangan ransomware (virus) komputer utama' dalam sistem peringatan internal.

"Tim IT kami secara global bekerja terus menerus menahan serangan ini dan memulihkan operasional bisnis secepat mungkin. Namun banyak proses bisnis yang bergantung pada sistem informasi terkena dampaknya," jelas Honda.

Sementara sejumlah operasional pabrik mulai pulih, berdasarkan laporan keluhan di akun Twitter @HondaCustSvc, konsumen Honda belum dapat melakukan pembayaran online atau mengakses situs web layanan pelanggan perusahaan.

Namun ketika sistem Honda pulih sepenuhnya, banyak karyawan Honda tidak bisa bekerja dari jarak jauh. Pasalnya, masih banyak karyawan Honda yang harus tetap bekerja dari kantor selama masa pandemi.

Terlepas dari masalah serangan cyber yang menimpa perusahaan ini, sejumlah pengamat mencemaskan Honda tidak cukup telaten dalam upayanya mencegah penyebaran COVID-19.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, karyawannya melaporkan bahwa meski sebagian karyawan tetap diminta ke kantor, Honda akhirnya menerapkan protokol kesehatan berlapis-lapis mulai dari pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak, dan secara bertahap mulai meminta lebih banyak orang untuk bekerja dari rumah.

Di sisi lain, ketika karyawan bekerja dari rumah, perusahaan harus bersiap menambah lapisan keamanan jaringan dan perangkat para karyawannya untuk membentengi diri dari serangan cyber.



Simak Video "Tampang dan Fitur Baru di Honda CBR250RR"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)