Trend Micro: 80 Persen E-mail Adalah Spam
- detikInet
Jakarta -
Trend Micro, perusahaan antivirus, meramalkan jumlah Spam pada akhir 2006 akan mencapai 80 persen dari total e-mail yang beredar di dunia. Salah satu penyebabnya adalah maraknya hotspot. Lho kok?Menurut data Trend Micro, pada tahun 2002 tingkat Spam mencapai 25 persen e-mail di dunia. Kemudian di tahun 2003, separuh e-mail yang beredar adalah Spam. Di 2004, Spam mencapai 65 persen e-mail. "Trend Micro mengestimasi sampai pada akhir 2006, hampir 80 persen dari e-mail yang beredar adalah e-mail Spam dan dapat membawa selain iklan yang tidak diinginkan, juga ancaman-ancaman seperti virus, worm, adware, spyware serta e-mail phishing," demikian keterangan Trend Micro yang diterima detikinet, Jumat (16/12/2005). Salah satu faktor yang disebut-sebut Trend Micro berpotensi meningkatkan jumlah Spam adalah murahnya akses internet broadband dan hotspot (akses internet nirkabel-red). Hal itu diperkirakan akan memudahkan para spammer dan meningkatkan penyebarluasan Spam.Salah satunya disebabkan kegemaran meneruskan e-mail yang menarik. "Sebagai contoh, e-mail dengan topik atau subjek yang dapat menarik perhatian banyak kerap dijadikan jebakan untuk menarik minat pengguna komputer. Sebagian besar pengguna biasanya akan meneruskan (forward) e-mail seperti ini ke banyak temannya, hal ini meningkatkan jumlah e-mail Spam yang ada," tandas Wong Joon Hoong, Country Manager Trend Micro Malaysia.Data Trend Micro bulan Oktober 2005 menunjukkan dominasi sumber Spam dari Cina (25 persen) dan Amerika Serikat (30 persen). Bulan sebelumnya, September 2005, Spam terbanyak berasal dari Korea Selatan (31 persen), menyusul Cina (26 persen) dan AS (20 persen). Sedangkan dari jenisnya, Spam yang kini mendominasi adalah jenis komersial alias menawarkan barang atau jasa sebesar 31 persen. Menyusul Spam keuangan, seperti skema pemotongan pajak dan sejenisnya, sebesar 27 persen. Tipe Spam 'tradisional' seperti yang menawarkan obat-obatan, terutama Viagra, telah mulai turun (23 persen). Begitu juga dengan Spam pornografi (15 persen). Sebelumnya kedua jenis Spam itu mendominasi peredaran Spam dunia.
(wicak/)