Beredar Aneka Situs Cek Email Diretas, Amankah Dicoba?

Beredar Aneka Situs Cek Email Diretas, Amankah Dicoba?

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Senin, 04 Mei 2020 15:46 WIB
e-Commerce Tokopedia
Beredar Aneka Situs Cek Kebocoran Data, Amankah Dicoba? (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)
Jakarta -

Usai ramai jutaan akun Tokopedia dijual di dark web, banyak beredar aneka situs untuk mengecek keamanan email. Hati-hati, jangan sampai kena jebakan lagi.

Pakar keamanan internet dari Vaksincom, Alfons Tanujaya meminta masyarakat hati-hati mempergunakan situs untuk mengecek keamanan email. Situs semacam ini banyak beredar di medsos dan grup WhatsApp.

"Cara kerjanya kita perlu tahu. Data yang dimasukan cuma email. Kalau diminta data lain, jangan pernah dimasukan!" tegas Alfons saat dihubungi

Sejauh ini, Alfons mengatakan cuma 3 link yang aman untuk dicoba netizen yaitu: https://monitor.firefox.com/, https://haveibeenpwned.com/ dan https://www.avast.com/hackcheck/. Namun dia mengingatkan kalau ini sifatnya hanya daftar data belaka.


"Itu sebenarnya cuma mengumpulkan data base dari kebocoran yang sebelumnya terjadi. Meskipun ganti password, data emailnya tetap ada di situs itu. Tapi ya kan memang perlu ganti password," imbuhnya.

Alfons meminta netizen waspada melihat alamat domainnya, apakah namanya aneh-aneh? Hati-hati juga apakah meminta data selain email. Kalau dimintai nomor telepon, tanggal lahir dan lain-lain, netizen patut curiga kalau link itu juga jebakan untuk membobol data pribadi.

Pun dari 3 link yang patut dicoba, Alfons mengatakan belum lengkap juga databasenya. haveibeenpwned.com cuma punya 12,1 juta data dari 91 juta akun pengguna Tokopedia yang dibocorkan.


"Kalau seandainya cari di situ dan tidak ada, jangan senang dulu. Intinya sekarang baiknya semua ganti password," saran dia.

Alfons mengatakan pihaknya masih belum tahu siapa penjahat di balik penyebaran data ini. Dia menduga ketika semua orang Work From Home dengan koneksi internet rumah, mungkin ada celah keamanan yang bisa ditembus pelaku.



Simak Video "Tokopedia Jawab Soal Kebocoran 15 Juta Data Pengguna"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)