Kamis, 12 Mar 2020 06:31 WIB

WhatsApp di Afrika Lebih Banyak Fiturnya, Kok Bisa?

Rachmatunnisa - detikInet
Dark Mode WhatsApp WhatsApp di Afrika Lebih Banyak Fiturnya, Kok Gitu? (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET)
Jakarta -

Bukan rahasia lagi kalau WhatsApp adalah aplikasi pesan instant terpopuler di dunia. Di luar fakta tersebut, banyak pengguna menginginkan lebih banyak fitur seperti pesan yang bisa dijadwalkan, atau fungsi mengirimkan file berukuran besar. Di Afrika, penggunanya bisa memakai WhatsApp yang lebih kaya fitur.

Rupanya, para pengguna di Afrika menggunakan WhatsApp versi yang sudah dimodifikasi. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Quartz, WhatsApp mod atau WhatsApp versi yang diutak-atik ini tentu saja tidak tersedia di toko aplikasi manapun.

Jadi, para pengguna ini mendownload versi modifikasi WhatsApp dari sumber tidak resmi, atau membaginya secara offline dari perangkat ke perangkat. Quartz menemukan bahwa 'WhatsApp ilegal' seperti GBWhatsApp dan YoWhatsApp, malah lebih populer di kalangan para pengguna di Afrika ketimbang Facebook dan Messenger yang masih satu atap dengan WhatsApp.

Di WhatsApp versi modifikasi, ada sejumlah fitur tambahan yang ditawarkan antara lain password lock untuk mengunci percakapan tertentu, library theme yang melimpah untuk pilihan berganti-ganti tema, status message yang bisa disesuaikan untuk kontak tertentu, dan file preview sebelum didownload.

Dari sisi keamanan, dengan versi tidak resmi ini, ada risiko karena rentan disusupi malware. Yang lebih penting lagi untuk diketahui, obrolan dalam WhatsApp versi modifikasi ini tidak dienkripsi, sehingga peretas atau pihak manapun bisa mengintip percakapan kalian. Selain itu, ada kemungkinan WhatsApp bisa mencekal karena melanggar persyaratan dan layanan mereka.

Versi modifikasi aplikasi chat populer memang tidak umum. Selain WhatsApp, banyak juga aplikasi Telegram versi modifikasi seperti Plus Messenger dan Supergram. Perusahaan aplikasi chat pun biasanya akan selalu mengingatkan untuk tidak menggunakan versi modifikasi ini karena dapat membahayakan privasi dan keamanan.



Simak Video "Rentan Bahaya, Ini 5 Langkah Lindungi Chat WhatsApp"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)