Ponsel Android Kini Lebih Sulit Dibobol Dibanding iPhone

Ponsel Android Kini Lebih Sulit Dibobol Dibanding iPhone

- detikInet
Jumat, 31 Jan 2020 22:10 WIB
SAN FRANCISCO, CA - MAY 15:  Attendees visit the Android booth during the Google I/O developers conference at the Moscone Center on May 15, 2013 in San Francisco, California. Thousands are expected to attend the 2013 Google I/O developers conference that runs through May 17. At the close of the markets today Google shares were at all-time record high at $916 a share, up 3.3 percent.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Ponsel Android Kini Lebih Sulit Dibobol Dibanding iPhone Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta -

Beberapa waktu belakangan ini banyak berita tentang pemerintah Amerika Serikat yang meminta vendor ponsel seperti Apple untuk membuka backdoor agar bisa mengakses data milik pengguna yang disimpan di iPhone.

Data yang diambil dari ponsel ini bisa sangat berguna untuk mengungkap pelaku kejahatan, terorisme dan lain-lain. Tapi biasanya data ini disimpan dan dilindungi oleh enkripsi.

Tapi, berdasarkan laporan terbaru dari Vice yang dikutip detikINET dari Android Authority, Jumat (31/1/2020) penegak hukum di AS rupanya tetap bisa membobol ponsel milik pelaku kriminal tanpa bantuan dari vendor. Mereka biasanya menggunakan teknologi yang ditawarkan oleh Cellebrite, Grayshift atau MSAB.

Namun, saat ini rupanya ponsel Android lebih sulit untuk dibobol menggunakan teknologi tersebut dibanding iPhone. Hal ini diungkap oleh Detektif Rex Kiser yang bertugas melakukan pemeriksaan forensik digital untuk Kepolisian Fort Worth.

"Setahun yang lalu kita tidak bisa membobol iPhone, tapi kita bisa memasuki semua ponsel Android. Kini kita tidak bisa masuk ke banyak ponsel Android," kata Kiser kepada Vice.

Salah satu perusahaan yang teknologi pembobolnya paling banyak dipakai oleh otoritas adalah Cellebrite. Alat yang dikembangkan Cellebrite bisa membobol semua jenis iPhone, hingga iPhone X.

Alat ini bisa menarik data seperti catatan GPS, pesan, log panggilan, kontak, dan bahkan data dari aplikasi spesifik seperti Instagram, Twitter, LinkedIn dan lain-lain.

Sementara itu, alat buatan Cellebrite justru kesulitan membobol enkripsi dan mengeruk data dari ponsel Android. Contohnya, alat tersebut tidak mampu mendapatkan data media sosial, browsing atau GPS dari Google Pixel 2 dan Samsung Galaxy S9. Bahkan di Huawei P20 Pro, alat buatan Cellebrite tidak bisa mendapat data apapun.

"Beberapa sistem operasi yang lebih baru lebih sulit untuk mendapatkan data," kata Kiser.

"Saya pikir banyak dari vendor ini hanya berusaha mempersulit penegak hukum untuk mendapatkan data dari ponsel ... dengan kedok privasi konsumen," sambungnya.

Jika kalian memiliki dua ponsel Android yang disebutkan di atas, atau bahkan yang lebih baru, bukan berarti ponsel kalian benar-benar aman dari pembobolan.

Walau Cellebrite tidak bisa digunakan, penegak hukum atau orang yang berniat jahat tetap bisa mengeruk data dari ponsel kalian, tapi prosesnya menjadi lebih lama dan lebih sulit. Bahkan ponsel anyar seperti iPhone 11 Pro Max juga tetap bisa dibobol.



Simak Video "iPhone Dikabarkan Akan Berubah Nama Jadi Apple Phone"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)