Rabu, 15 Jan 2020 22:20 WIB

Hati-hati Pengguna Windows 7 yang Mau Pindah ke Windows 10

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi Windows 10. Foto: ilustrasi
Jakarta - National Security Agency (NSA) menemukan celah keamanan yang sudah dalam tingkat parah pada Windows 10. Padahal, sebelumnya Microsoft baru saja menghentikan dukungannya terhadap sistem operasi Windows 7 terhitung 14 Januari 2020, yang mungkin segera upgrade ke Windows 10.

Tentunya, hal ini membuat para pengguna PC, khususnya pengguna Windows 7, jadi dilema. Di saat ia harus pindah ke OS yang lebih baru, tetapi Windows 10 memiliki kecacatan dari segi keamanannya.

Sebagaimana dilansir Business Insider, Rabu (15/1/2020) dengan ditemukannya celah keamanan pada Windows 10, NSA kemudian mengimbau agar segera pengguna Windows 10 melakukan pembaruan software-nya.


Penemuan ini kemudian dilaporkan NSA kepada Microsot sebagai pemilik OS tersebut. Adapun penemuan celah keamanan oleh NSA ini terbilang unik, sebab itu sangat jarang dilakukan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat tersebut mengungkapkan penemuan kerentanan keamanan pada perusahaan swasta.

"Bagi Pemerintah AS membagikan penemuan kerentanan pada vendor sangat jarang terjadi sebelumnya. Ini jelas pergeseran dari praktik reguler dan membuat kerentanan tersebut layak diperhatikan," tutur Amit Yoran, Pendiri Departemen Kesiapan Darurat Komputer AS dan CEO Tenable.


Disebutkan, celah keamanan pada Windows 10 itu jadi incaran hacker untuk membidik OS yang tidak ditambal alias tidak di-upgare. Celah tersebut memungkinkan hacker dapat meniru tanda tangan digital dan penyedia terpercaya.

Apabila, orang mengunduh file berbahaya, hacker bisa mengakses informasi rahasia yang tersimpan di komputer kalian.

Mendapati kabar tersebut, Microsoft langsung mendeteksi serta memperbaiki bagian keamanan yang dinilai dapat ditembus. Hal ini sedikit banyak menenangkan pengguna Windows 7 yang akan beralih ke Windows 10.

Simak Video " Dihajar Corona, Saham Microsoft Bonyok"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)